PONTIANAK POST – Iran mengirimkan tanggapan resmi terhadap usulan terbaru Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah melalui mediator Pakistan, Minggu (10/5).
Langkah tersebut memunculkan harapan baru di tengah upaya diplomasi menghentikan konflik yang telah memicu ketegangan global sejak akhir Februari lalu.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa respons Teheran telah disampaikan kepada Islamabad untuk diteruskan dalam proses negosiasi.
“Tanggapan Republik Islam Iran terhadap usulan terbaru AS untuk mengakhiri perang telah dikirimkan kepada mediator Pakistan hari ini,” tulis IRNA, dikutip dari ANTARA.
Meski tidak mengungkap isi detail tanggapan tersebut, Iran menyebut pembicaraan tahap berikutnya akan berfokus pada upaya mengakhiri perang di kawasan.
Pakistan Jadi Penengah
Pakistan kembali memainkan peran penting sebagai mediator setelah sebelumnya berhasil memfasilitasi gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat pada 8 April lalu.
Meski pembicaraan di Islamabad saat itu belum menghasilkan kesepakatan permanen, gencatan senjata tetap diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.
Perpanjangan tersebut membuka ruang bagi jalur diplomasi untuk terus berjalan di tengah situasi yang masih rapuh.
Konflik Bermula dari Serangan Februari
Ketegangan regional meningkat drastis sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut memicu balasan Teheran ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Situasi semakin memburuk setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, yang membuat kekhawatiran pasar internasional melonjak.
Namun hingga kini belum ada laporan resmi mengenai dimulainya kembali serangan besar setelah gencatan senjata diumumkan awal April.
AS Masih Utamakan Diplomasi
Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, memastikan jalur negosiasi dengan Iran masih berlangsung.
“Negosiasi dan diplomasi itu masih berlangsung. Jadi, kita akan lihat apa yang akan mereka hasilkan,” kata Waltz kepada ABC News.
Menurut dia, Presiden Donald Trump masih mengutamakan penyelesaian diplomatik, meski Washington tetap menyiapkan opsi militer jika negosiasi gagal mencapai hasil.
“Dia memberikan diplomasi setiap kesempatan yang mungkin sebelum kembali ke permusuhan, tetapi dia benar-benar siap untuk melakukan itu,” ujarnya.
Harapan Perdamaian Masih Terbuka
Meski suasana kawasan masih dipenuhi ketidakpastian, langkah Iran mengirimkan respons resmi dinilai menjadi sinyal penting bahwa jalur damai belum tertutup.
Pengamat internasional menilai keberhasilan negosiasi akan sangat menentukan stabilitas Timur Tengah, termasuk keamanan jalur perdagangan global dan harga energi dunia.
Di sisi lain, Amerika Serikat disebut masih menerapkan tekanan terhadap Iran melalui blokade pelabuhan sebagai bagian dari strategi negosiasi.
Namun dengan komunikasi yang tetap berjalan melalui Pakistan, peluang tercapainya kesepakatan jangka panjang dinilai masih terbuka. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro