Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pertemuan AS-China: Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Terbuka

Antara • Kamis, 14 Mei 2026 | 22:44 WIB
Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Antara)
Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Antara)

 

PONTIANAK POST – Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat menjaga keamanan Selat Hormuz. Jalur ini harus tetap terbuka demi menjamin kelancaran arus energi global bagi dunia.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan puncak AS-China yang berlangsung di Beijing, Kamis (14/5). Gedung Putih melaporkan kedua pemimpin fokus membahas situasi Iran tanpa menyinggung isu sensitif Taiwan.

Presiden Xi Jinping menegaskan sikap China yang menolak keras militerisasi di wilayah Selat Hormuz. Ia juga keberatan terhadap adanya upaya pengenaan biaya bagi kapal yang melintasi jalur internasional tersebut.

"China berminat membeli lebih banyak minyak Amerika untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz," tulis pernyataan resmi Gedung Putih.

Selain keamanan jalur laut, kedua negara sepakat bahwa Iran dilarang keras memiliki senjata nuklir. Kesepahaman ini menjadi poin penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Timur Tengah.

Baca Juga: Kapal China Santai Lintasi Selat Hormuz Saat Trump Bertemu Xi Jinping

Kerja Sama Ekonomi dan Isu Prekursor Fentanyl

Trump dan Xi juga membahas penguatan ekonomi, termasuk perluasan akses pasar bagi perusahaan AS. China pun berkomitmen meningkatkan investasi pada sektor industri di Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Sektor pertanian turut menjadi sorotan utama dalam pembahasan kerja sama ekonomi bilateral tersebut. China berencana meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika guna menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara.

"Kedua pemimpin menyoroti pentingnya menghentikan aliran prekursor fentanyl ke Amerika Serikat," ujar seorang pejabat Gedung Putih.

Baca Juga: Pertemuan Xi Jinping dan Trump: Pakar Prediksi Kesepakatan Besar AS-Tiongkok

Peringatan Isu Taiwan dari Pihak China

Meskipun laporan AS menyebut isu Taiwan tidak dibahas, kantor berita Xinhua memberikan catatan berbeda. Xi Jinping mengingatkan bahwa hubungan kedua negara bisa memicu konflik jika isu Taiwan diabaikan.

Xi menegaskan hubungan ekonomi China dan AS harus tetap bersifat saling menguntungkan bagi kedua pihak. Ia berharap kedua negara dapat membangun hubungan bilateral yang lebih stabil dan konstruktif.

Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi panduan hubungan strategis kedua negara dalam tiga tahun ke depan. Fokus utama tetap pada stabilitas global dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(ant)

Editor : Uray Ronald
#Trump dan Xi Jinping #pertemuan AS-China #keamanan energi #selat hormuz #ekonomi global