Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Redakan Krisis Global, Korps Garda Revolusi Islam Izinkan 33 Kapal Komersial Lintasi Selat Hormuz

Uray Ronald • Senin, 25 Mei 2026 | 09:44 WIB
Ilustrasi - Selat Hormuz. (ANTARA)
Ilustrasi - Selat Hormuz. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST  – Di tengah bayang-bayang krisis energi akibat konflik maritim, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengambil langkah taktis kemanusiaan.

Otoritas militer Teheran resmi memberikan izin berlayar bagi 33 jalur kapal komersial untuk melewati Selat Hormuz dengan jaminan keamanan penuh selama 24 jam terakhir.

Langkah ini membawa angin segar bagi awak kapal sipil yang sempat terjebak di zona rawan konflik.

Kebijakan pembukaan jalur logistik vital ini diambil demi menjaga stabilitas perdagangan energi global dan melindungi keselamatan para pelaut internasional dari dampak perang.

Jaminan Keamanan Maritim di Tengah Ancaman Blokade Militer AS

Berdasarkan pernyataan resmi Angkatan Laut IRGC pada Minggu (24/5), armada yang diizinkan melintas sejak Sabtu pagi mencakup kapal tanker minyak, kapal peti kemas, serta kapal kargo lainnya.

Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Selalu Terbuka, Araghchi: Hanya Tertutup Bagi Musuh!

Iran menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan secara cerdas untuk memastikan proses transit perdagangan dunia berjalan tanpa hambatan fisik.

Otoritas maritim Iran menyebut langkah pengamanan ketat ini terpaksa diambil akibat ketidakstabilan kawasan yang dipicu oleh blokade militer AS dan sekutunya.

Kehadiran militer asing dinilai justru mengancam keselamatan para pekerja laut yang hanya menjalankan tugas logistik sipil.

"Kendali intelijen di wilayah selat dilakukan secara ketat demi menjamin navigasi aman bagi perdagangan global yang menjadi urat nadi manusia," tulis pernyataan resmi IRGC dilansir IRNA.

Baca Juga: Hindari Risiko Selat Hormuz, UEA Percepat Pembangunan Jalur Pipa Minyak Baru

Nasib Awak Kapal Sipil di Jalur Cekikan Energi Dunia

Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sempat lumpuh total setelah ketegangan bersenjata pecah di kawasan tersebut sejak akhir Februari lalu.

Penutupan sepihak mengancam kesejahteraan jutaan masyarakat dunia yang bergantung pada pasokan bahan bakar dan kebutuhan pokok via laut.

Bagi para pelaut, melewati jalur ini laksana bertaruh nyawa di tengah moncong meriam.

Kebijakan Iran untuk memberikan koridor aman ini memberikan perlindungan psikologis dan fisik yang sangat dibutuhkan oleh para pekerja maritim dari berbagai negara.

Baca Juga: Pertemuan AS-China: Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Terbuka

Kolaborasi Regional Iran dan Oman demi Kedaulatan Pantai

Pemerintah Teheran berulang kali menegaskan bahwa kerawanan di jalur air yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Oman adalah dampak langsung dari intervensi luar.

Sebagai negara pesisir, Iran merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketenteraman wilayah perairannya sendiri.

Iran bersama Oman kini terus mematangkan mekanisme bersama untuk memastikan setiap kapal sipil dapat melintas tanpa rasa takut.

Langkah diplomasi pertahanan ini diharapkan mampu mencegah kelangkaan komoditas energi global yang dapat menyengsarakan masyarakat ekonomi lemah di berbagai belahan dunia.(*)

Editor : Uray Ronald
#Korps Garda Revolusi Islam #jalur kapal komersial #perdagangan energi global #blokade militer AS. #selat hormuz