PONTIANAK POST — Pemerintah Singapura meluncurkan gerakan nasional "Screen Smart From The Start" untuk membantu keluarga membangun kebiasaan digital yang sehat pada anak dengan mengurangi waktu penggunaan layar sejak usia dini.
Program ini diluncurkan langsung oleh Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak penggunaan perangkat digital yang berlebihan pada anak-anak dan remaja.
Melalui kampanye tersebut, pemerintah menyediakan berbagai panduan dan sumber daya bagi orang tua untuk mengelola aktivitas digital anak.
Panduan tersebut meliputi cara menyaring konten, menetapkan aturan penggunaan perangkat, serta mendorong aktivitas keluarga tanpa layar.
Baca Juga: Marak Konten Pornografi di Medsos, MUI Sambas Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak
Pemerintah Sediakan Panduan Digital untuk Orang Tua
Perdana Menteri Lawrence Wong mengatakan pemerintah akan memperkuat dukungan kepada keluarga agar anak-anak dapat mengembangkan kebiasaan digital yang sehat sejak usia muda.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, orang tua kini dapat mengakses portal "Be Screen Smart", yang menyediakan panduan berdasarkan kelompok usia anak, yakni 0–6 tahun, 7–12 tahun, dan 13–18 tahun.
Portal tersebut membantu orang tua memahami cara memilih konten yang aman bagi anak, melindungi mereka dari paparan konten yang tidak sesuai, serta mengelola interaksi digital yang berpotensi berdampak negatif.
Langkah ini muncul ketika penggunaan perangkat digital menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk untuk pendidikan, hiburan, dan komunikasi.
Lawrence Wong: Tantangan Layar Kini Lebih Kompleks
Dalam pidatonya saat peluncuran kampanye, Wong menyoroti perubahan tantangan yang dihadapi orang tua dari generasi ke generasi.
Menurutnya, jika dahulu orang tua mengkhawatirkan komik, televisi, atau permainan video, kini tantangan yang muncul jauh lebih kompleks karena teknologi digital dirancang dengan fitur yang dapat membuat pengguna terus terhubung.
Ia juga menyoroti risiko paparan konten berbahaya dan interaksi daring yang bersifat toksik, yang dapat memengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak-anak.
"Kita menghadapi tantangan yang lebih intens dibandingkan masa lalu," kata Wong dilansir Anadolu. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat.
Tidak Ada Ponsel Saat Makan Bersama Keluarga
Sebagai bagian dari praktik sederhana yang dapat diterapkan di rumah, Wong menyarankan agar keluarga menetapkan aturan tanpa ponsel saat makan bersama.
Ia juga merekomendasikan agar perangkat digital tidak dibawa ke kamar tidur anak. Menurutnya, orang tua akan kesulitan mengawasi penggunaan perangkat jika anak mengaksesnya hingga larut malam.
Baca Juga: Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak, TikTok dan Platform Global Wajib Patuhi Aturan Baru
Kebiasaan tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas interaksi keluarga sekaligus menjaga pola tidur anak yang sehat.
Selain itu, Wong mendorong orang tua untuk menunda pemberian smartphone kepada anak selama mungkin, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan keterampilan sosial dan aktivitas non-digital.
Dorong Aktivitas Offline Selama Liburan Sekolah
Portal "Be Screen Smart" juga menyediakan berbagai rekomendasi kegiatan offline yang dapat dilakukan keluarga bersama anak-anak dari berbagai kelompok usia.
Program ini mulai dipromosikan menjelang liburan sekolah bulan Juni di Singapura, ketika anak-anak memiliki lebih banyak waktu luang dan berisiko menghabiskan waktu lebih lama di depan layar.
Pemerintah berharap pendekatan yang melibatkan keluarga secara langsung dapat membantu menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan aktivitas di dunia nyata.
Melalui gerakan nasional ini, Singapura berupaya membangun budaya digital yang lebih sehat, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi era teknologi tanpa mengorbankan kesehatan, hubungan sosial, dan perkembangan mereka.*
Editor : Uray Ronald