Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wakaf 220 Tahun dari Tokoh Aceh Ini Masih Mengalir, Ribuan Jemaah Haji Terima Rp9,2 Juta

Silvina • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:32 WIB
Ilustrasi pemberian wakaf Habib Bugak Asyi dari pengelola ke jamaah haji asal Aceh
Ilustrasi pemberian wakaf Habib Bugak Asyi dari pengelola ke jamaah haji asal Aceh

 

PONTIANAK POST – Sebuah kisah kedermawanan dari tanah Aceh kembali menjadi sorotan dunia Islam. Wakaf yang diikrarkan lebih dari dua abad lalu oleh Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau yang dikenal sebagai Habib Bugak Asyi, hingga kini masih memberikan manfaat nyata bagi ribuan jemaah haji asal Aceh.

Pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, sebanyak 5.426 jemaah haji Aceh dipastikan menerima dana kompensasi wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 Riyal atau sekitar Rp9,2 juta per orang. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Nazir Wakaf Baitul Asyi, Dr. Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu, di kawasan Jarwal, Makkah.

Wakaf yang Tetap Hidup Setelah 220 Tahun

Baca Juga: BWI Kalbar Gandeng Kakanwil Haji, Wakaf Disosialisasikan ke Calon Jamaah Sejak Manasik

Informasi ini disampaikan oleh Media Centre Kemenhaj RI lewat laman digitalnya. Menurut laman ini, di tengah banyaknya harta yang habis dimakan zaman, wakaf Baitul Asyi justru terus berkembang dan memberi manfaat lintas generasi.

Wakaf tersebut diikrarkan oleh Habib Bugak Asyi pada tahun 1224 Hijriah atau 1809 Masehi di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah.

Menurut Syaikh Baltu, total dana yang disalurkan kepada jemaah Aceh tahun ini mencapai 11,2 juta Riyal. Dana tersebut berasal dari hasil pengelolaan aset wakaf yang kini berkembang menjadi berbagai properti bernilai tinggi di sekitar Masjidil Haram.

Baca Juga: Ekoteologi Wakaf: Ibadah yang Menjaga Bumi

"Wakaf ini dijaga oleh Allah dan Kerajaan Arab Saudi. Sebagai pihak yang diberi amanah, kami terus menyalurkan hak ini kepada mereka yang layak menerimanya, yakni warga Aceh yang datang berhaji," ujar Syaikh Baltu kepada tim Media Center Haji (MCH).

Dari Penginapan Gratis Menjadi Dana Manfaat

Awalnya, sesuai ikrar wakaf yang dibuat oleh Habib Bugak Asyi, jemaah haji asal Aceh berhak mendapatkan penginapan gratis di tanah wakaf tersebut saat menunaikan ibadah haji.

Baca Juga: Kemenag Pontianak Soroti Potensi Zakat dan Wakaf untuk Pengentasan Kemiskinan

Namun seiring perkembangan zaman, hotel-hotel yang berdiri di atas aset wakaf itu kini disewakan secara komersial. Keuntungan dari pengelolaannya kemudian dikembalikan kepada para jemaah Aceh dalam bentuk uang tunai.

Kebijakan tersebut membuat manfaat wakaf tetap bisa dirasakan oleh masyarakat sesuai tujuan awal sang pewakaf, yakni membantu warga Aceh yang datang ke Tanah Suci.

Aset Wakaf Bernilai Triliunan Rupiah

Baca Juga: Kemenag Pontianak Soroti Potensi Zakat dan Wakaf untuk Pengentasan Kemiskinan

Kehebatan visi Habib Bugak Asyi semakin terlihat dari perkembangan aset wakaf yang diwariskannya. Saat ini, nilai aset Wakaf Baitul Asyi diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta Riyal atau setara sekitar Rp5,2 triliun.

Aset tersebut antara lain berupa:

Baca Juga: Wakaf Masjid Sulthan Annashira: Anwar Ryanto Lim dan Nadzir Sepakat Damai

Kedua bangunan tersebut memiliki kapasitas lebih dari 7.000 orang dan dilengkapi berbagai fasilitas modern.

Lebih dari 100 Juta Riyal Sudah Dibagikan

Program pembagian dana manfaat kepada jemaah Aceh bukanlah hal baru. Menurut pengelola, program ini telah berjalan selama 11 tahun terakhir.

Baca Juga: Sutarmidji Wakafkan Lahan Tambahan untuk Pesantren Labbaik Indonesia, Bangun Masjid dan Sekolah Tahfiz

Selama periode tersebut, total dana yang telah dibagikan kepada para penerima manfaat mencapai lebih dari 100 juta Riyal. Angka tersebut menunjukkan bagaimana sebuah wakaf yang dikelola secara profesional mampu terus memberikan keberkahan dan manfaat sosial dalam jangka panjang.

Inspirasi tentang Keabadian Sedekah

Kisah Habib Bugak Asyi menjadi bukti sebuah amal dapat terus hidup bahkan ratusan tahun setelah pelakunya wafat. Wakaf yang dilakukan pada awal abad ke-19 itu kini masih membantu ribuan warga Aceh yang menunaikan rukun Islam kelima.

Baca Juga: Pemerintah Kalbar Fokus Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf untuk Aset Umat yang Terlindungi

Di saat banyak orang berlomba mengumpulkan kekayaan untuk diri sendiri, Habib Bugak Asyi justru meninggalkan warisan kemanfaatan yang nilainya kini mencapai triliunan rupiah dan terus mengalir kepada generasi demi generasi.

Tak heran jika Wakaf Baitul Asyi sering disebut sebagai salah satu contoh wakaf paling sukses dan inspiratif di dunia Islam. Sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan yang ditanam dengan niat tulus dapat terus memberi manfaat jauh melampaui usia manusia.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
#wakaf 220 tahun #tokoh aceh #habib bugak asyi #ribuan jemaah terma uang tunai #Ribuan Jemaah