Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menlu Turkiye Hakan Fidan Kunjungi Indonesia, Dorong Kerja Sama Dagang hingga Pertahanan Senilai US$10 Miliar

Uray Ronald • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:59 WIB
Hakan Fidan. (Anadolu)
Hakan Fidan. (Anadolu)

 

PONTIANAK POST - Menteri Luar Negeri Turki (Turkiye), Hakan Fidan, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada Rabu (3/6) untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara.

Kerja sama ini termasuk peningkatan perdagangan bilateral hingga US$10 miliar, pengembangan industri pertahanan, serta koordinasi menghadapi isu keamanan regional dan global.

Kunjungan ini berlangsung ketika hubungan Indonesia-Turkiye terus mengalami peningkatan, dengan nilai perdagangan bilateral telah melampaui US$2,5 miliar sepanjang 2025.

Kedua negara kini berupaya memperluas kemitraan di sektor ekonomi, teknologi, dan diplomasi internasional.

Baca Juga: Timnas Iran Mulai Bersiap Jelang Piala Dunia 2026, Gelar Pemusatan Latihan di Turkiye dan AS

Fokus pada Perdagangan, Teknologi, dan Investasi

Hakan Fidan dijadwalkan membahas langkah-langkah konkret untuk memperdalam kerja sama ekonomi yang menjadi salah satu pilar utama hubungan Indonesia dan Turkiye.

Pemerintah kedua negara menargetkan peningkatan volume perdagangan hingga US$10 miliar dalam beberapa tahun mendatang. Target tersebut sebelumnya diumumkan saat kunjungan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, ke Indonesia pada 2025.

Selain perdagangan, pembahasan juga mencakup pengembangan sektor infrastruktur, energi, transportasi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), teknologi tinggi, dan industri halal.

Bagi Indonesia, perluasan kerja sama di sektor-sektor tersebut berpotensi membuka peluang investasi baru, memperkuat transfer teknologi, dan menciptakan lapangan kerja bernilai tambah di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat.

Baca Juga: Hubungan Turki dan Israel Memanas: Erdogan Ancam Invasi, Netanyahu Dijuluki 'Hitler' Zaman Now

Kerja Sama Pertahanan Jadi Agenda Penting

Pertemuan bilateral juga akan meninjau berbagai proyek industri pertahanan yang sedang berjalan serta menjajaki peluang kerja sama baru.

Hubungan pertahanan Indonesia dan Turkiye mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kedua negara menggelar pertemuan perdana format "2+2" yang mempertemukan menteri luar negeri dan menteri pertahanan di Ankara pada Januari 2026.

Kerja sama pertahanan dinilai memiliki nilai strategis bagi Indonesia karena dapat mendukung modernisasi alat utama sistem senjata sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Peningkatan kolaborasi di sektor ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan kedua negara yang sejak 2011 telah berstatus kemitraan strategis.

Baca Juga: Pelukan Hangat Presiden Prabowo Lepas Kepulangan Erdogan

Gaza dan Timur Tengah Jadi Sorotan Utama

Isu Palestina diperkirakan menjadi salah satu agenda utama dalam pembicaraan antara pejabat Indonesia dan Turkiye.

Fidan dijadwalkan menegaskan bahwa Ankara dan Jakarta terus melakukan konsultasi erat terkait perkembangan di Gaza serta akan melanjutkan upaya bersama untuk mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Turkiye juga diperkirakan menyerukan respons internasional yang lebih terkoordinasi terhadap pelanggaran gencatan senjata di Gaza, situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta perkembangan konflik di Lebanon.

Pembahasan turut mencakup dinamika terbaru terkait Iran dan Selat Hormuz, konflik Rusia-Ukraina, situasi di Suriah, Somalia, Sudan, dan Libya.

Perkembangan kawasan tersebut memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk keamanan jalur perdagangan internasional dan harga energi yang memengaruhi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Hubungan Indonesia-Turki Makin Strategis

Hubungan Indonesia dan Turkiye memiliki akar sejarah panjang yang telah terjalin sejak abad ke-15.

Kemitraan kedua negara ditingkatkan menjadi hubungan strategis pada 2011. Momentum tersebut semakin diperkuat melalui pembentukan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi saat kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia pada 2022.

Pertemuan pertama forum tersebut digelar di Jakarta pada Februari 2025. Pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Turkiye pada 2027.

Selain kerja sama bilateral, kedua negara juga aktif berkoordinasi dalam berbagai forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), G20, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), ASEAN, MIKTA, dan D-8.

Melalui kunjungan Hakan Fidan, Indonesia dan Turkiye diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai kesepakatan strategis yang tidak hanya memperkuat hubungan kedua negara, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan diplomatik yang lebih luas bagi masyarakat di kedua belah pihak.*

Editor : Uray Ronald
#Hakan Fidan #Turki Indonesia #kerja sama Indonesia Turki #perdagangan Indonesia Turki #hubungan strategis Indonesia Turki