Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Penerbangan Lumpuh, Situasi Konflik Timur Tengah Memburuk

Uray Ronald • Rabu, 3 Juni 2026 | 21:39 WIB
Kepulan asap dari ledakan di Bandara Internasional Kuwait usai dihantam drone Iran, Rabu (3/6). (Anadolu)
Kepulan asap dari ledakan di Bandara Internasional Kuwait usai dihantam drone Iran, Rabu (3/6). (Anadolu)

 

PONTIANAK POST - Bandara Internasional Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Iran pada Rabu (3/6), mengakibatkan sejumlah korban luka dan kerusakan signifikan pada terminal utama penumpang.

Otoritas penerbangan sipil langsung menghentikan operasional penerbangan hingga waktu yang belum ditentukan demi keselamatan penumpang dan petugas bandara.

Dari laporan Anadolu, serangan terjadi ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. 

Kementerian Pertahanan Kuwait menyebut drone yang digunakan dalam serangan menghantam Terminal 1 (T1), fasilitas utama yang melayani ribuan penumpang setiap hari.

Korban Luka dan Kerusakan di Terminal Utama

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Saud Abdulaziz Al-Otaibi, mengatakan serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada bangunan terminal serta melukai sejumlah orang.

Korban yang terluka telah mendapatkan penanganan medis. Namun hingga laporan ini ditulis, otoritas belum merinci jumlah pasti korban maupun tingkat keparahan cedera yang dialami.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Markas Armada Kelima AS, Ketegangan di Selat Hormuz Kian Memanas

Kondisi di sekitar bandara langsung diperketat. Aparat keamanan dan militer Kuwait meningkatkan status kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.

Kuwait Aktifkan Rencana Darurat Penerbangan

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait mengumumkan aktivasi rencana darurat sesaat setelah insiden terjadi.

Seluruh penerbangan dihentikan sementara dan sejumlah pesawat dialihkan ke bandara alternatif. Langkah ini dilakukan untuk melindungi keselamatan penumpang di tengah situasi keamanan yang belum stabil.

Bagi ribuan pelancong, pekerja migran, dan keluarga yang hendak melakukan perjalanan, penghentian operasional bandara menimbulkan ketidakpastian baru.

Banyak penumpang harus menunggu informasi lanjutan mengenai jadwal keberangkatan dan kepulangan mereka.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait (DGCA), rata-rata bandara ini menangani lebih dari 350 penerbangan per hari.

Dengan penghentian operasional dan pengalihan sejumlah penerbangan ke bandara alternatif, maskapai diperkirakan menghadapi gangguan jadwal, penundaan kedatangan, serta penyesuaian rute di sejumlah jalur penerbangan regional Timur Tengah.

Baca Juga: Visa Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026 Resmi Terbit, Persiapan Tim Berjalan Tanpa Hambatan

Iran Klaim Serangan Ditujukan ke Pangkalan AS

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan operasi militer tersebut ditujukan kepada pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Kuwait.

Menurut pernyataan IRGC, serangan dilakukan sebagai respons atas serangan Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz dan Pulau Qeshm, wilayah strategis di selatan Iran.

Iran mengklaim sebuah kapal tanker minyaknya terkena proyektil udara yang merusak bagian mesin kapal. Selain itu, sebuah menara komunikasi milik Garda Revolusi di selatan Pulau Qeshm disebut menjadi sasaran serangan pasukan Amerika.

Sebagai balasan, IRGC menyatakan Angkatan Dirgantara mereka meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah posisi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Baca Juga: Analisis Satelit Ungkap Iran Rusak 20 Fasilitas Militer AS, Skala Serangan Dinilai Lebih Besar dari Klaim Amerika

Situasi Konflik Timur Tengah Memburuk

Laporan media pemerintah Iran menyebut beberapa ledakan terdengar di wilayah Suza dan Masen di Pulau Qeshm beberapa jam sebelum serangan ke Kuwait.

Insiden terbaru ini memperpanjang rangkaian konflik yang telah mengguncang kawasan sejak akhir Februari. Ketegangan meningkat setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menurut berbagai laporan menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk sejumlah petinggi militer dan pejabat tinggi negara.

Meski gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih permanen hingga kini belum membuahkan hasil.

Dampak Kemanusiaan di Tengah Eskalasi Konflik

Di balik serangan dan respons militer yang terus berlanjut, masyarakat sipil kembali menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Penutupan bandara tidak hanya mengganggu transportasi udara, tetapi juga mempengaruhi mobilitas pekerja, mahasiswa, pasien yang membutuhkan perjalanan medis, hingga keluarga yang terpisah akibat konflik.

Para pengamat keamanan menilai meningkatnya serangan lintas batas berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Serangan drone Iran menghantam Bandara Kuwait, melukai warga dan menghentikan penerbangan di tengah eskalasi konflik regional.*

Editor : Uray Ronald
#Serangan Drone Iran #Bandara Internasional Kuwait #konflik Iran Amerika Serikat #IRGC Kuwait #konflik timur tengah