Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Iran Tegaskan Tanggal Kesepakatan Damai dengan AS Masih Belum Pasti

Hanif • Senin, 15 Juni 2026 | 11:20 WIB
Ilustrasi Iran dan Amerika Serikat.
Ilustrasi Iran dan Amerika Serikat.

PONTIANAK POST Pemerintah Iran menegaskan belum menetapkan tanggal penandatanganan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS), meski Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian itu akan diteken hari ini WIB.

“Kami masih harus menunggu dan melihat tanggal pasti penandatanganan kesepakatan. Yang pasti tidak besok,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei di Teheran, Sabtu (13/6). Sebelumnya, Trump melalui Truth Social menyatakan kesepakatan akan ditandatangani Minggu (14/6) waktu setempat. Namun, ia tidak menyebut waktu pasti penandatanganan.

Baghaei tidak menutup kemungkinan kesepakatan diteken dalam beberapa hari ke depan. Namun, Kantor Berita Fars melaporkan Teheran masih mengkaji berbagai aspek politik, hukum, dan teknis sebelum mengambil keputusan final. “Semua dilakukan demi menjaga kepentingan nasional, batas-batas kedaulatan, dan mendapatkan jaminan yang diperlukan,” ujar sumber pemerintah Iran yang dikutip Fars.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyebut Iran dan AS hampir mencapai kata sepakat setelah dua bulan perundingan. Menurutnya, kesepakatan itu bertujuan mengonsolidasikan kemenangan rakyat Iran.

Sementara itu, Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali terbuka bagi seluruh pelayaran internasional setelah kesepakatan ditandatangani. Ia juga mengklaim AS akan mengambil alih dan memusnahkan stok uranium Iran pada waktu yang dianggap tepat.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai pernyataan Trump masih terlalu dini. Sebelum konflik pecah, Selat Hormuz memang telah terbuka bagi lalu lintas kapal internasional. Selain itu, Iran dan AS juga telah berada pada tahap akhir perundingan nuklir dengan mediasi Oman, termasuk pembahasan pengurangan stok uranium Iran secara bertahap.

Pakistan yang turut menjadi mediator menyatakan optimistis kesepakatan damai segera terwujud. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut kedua pihak kini lebih dekat pada perjanjian dibanding sebelumnya dan berharap kesepakatan tersebut menjadi fondasi perdamaian jangka panjang. Di sisi lain, Al Jazeera melaporkan delegasi Qatar telah tiba di Teheran untuk mendorong Iran segera menyepakati perjanjian dengan AS. (wan/ttg)

Editor : Hanif
#selat hormuz #iran #damai #trump