Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tiga Tanker Iran Tembus Blokade AS, Sinyal Awal Kebangkitan Ekspor Minyak Teheran

Uray Ronald • Kamis, 18 Juni 2026 | 07:18 WIB
Ilustrasi- (Antara)
Ilustrasi- (Antara)

 

PONTIANAK POST - Tiga tanker minyak berbendera Iran yang mengangkut jutaan barel minyak mentah berhasil melintasi garis blokade Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman. Data pelacakan kapal menunjukkan pergerakan ini terjadi saat proses finalisasi kesepakatan antara Washington dan Teheran masih berlangsung dan belum resmi ditandatangani.

Ketiga kapal tersebut, Diona, Hero II, dan Sonia I, membawa total sekitar 3,8 juta barel minyak mentah. Pergerakan mereka menjadi perkembangan penting di tengah tekanan ekonomi yang telah membatasi ekspor minyak Iran selama berbulan-bulan.

Tanker Iran Mulai Bergerak Saat Blokade Masih Berlaku

Menurut data pelacakan kapal internasional, Hero II dan Sonia I meninggalkan Pelabuhan Chabahar, Iran, pada Selasa waktu setempat sebelum melintasi garis blokade AS menuju Laut Arab pada Rabu dini hari.

Sementara itu, Diona mulai menyalakan sistem pelacak posisinya setelah berada di luar garis blokade yang membentang dari ujung timur Oman hingga pesisir Iran.

Pergerakan tersebut terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan pencabutan "segera" blokade terhadap pelabuhan Iran. Namun, otoritas militer AS kemudian menegaskan bahwa penegakan blokade masih tetap berlaku hingga kesepakatan resmi ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang.

Michelle Wiese Bockmann, analis senior dari Windward Maritime Intelligence, menilai langkah tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan diri Iran yang meningkat.

"Ini merupakan tanda bahwa Iran yakin blokade telah berakhir, meskipun AS masih menyatakan kebijakan itu tetap berlaku hingga Jumat," ujarnya, dikutip dari BBC.

Baca Juga: Iran dan AS Sepakat Akhiri Perang, Selat Hormuz Kembali Dibuka untuk Pelayaran Dunia

Ekspor Minyak Iran Terpuruk Akibat Tekanan Blokade

Ketiga kapal tersebut dimiliki oleh National Iranian Tanker Company (NITC), perusahaan pelayaran minyak milik negara Iran yang berada dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS.

Sanksi terhadap Iran telah berlangsung bertahun-tahun. Washington menuduh Teheran mengembangkan program senjata nuklir, mendukung kelompok yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh AS, serta melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Data perusahaan intelijen maritim Kpler menunjukkan blokade AS telah menekan ekspor minyak mentah Iran hingga hanya mencapai sekitar 260 ribu barel per hari pada Mei.

Angka tersebut menjadi level terendah dalam enam tahun terakhir dan kurang dari seperlima rata-rata ekspor Iran sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 1,67 juta barel per hari.

Jika Diona, Hero II, dan Sonia I berhasil mencapai tujuan akhir serta membongkar muatannya, pengiriman ini akan menjadi ekspor minyak pertama Iran dalam dua bulan terakhir.

Data terbaru dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan Iran tetap menjadi salah satu produsen minyak utama dunia meskipun menghadapi sanksi dan pembatasan ekspor.

Produksi minyak mentah Iran pada awal 2026 diperkirakan berada di kisaran 3,1 hingga 3,3 juta barel per hari, setara dengan sekitar 4 hingga 4,5 persen pasokan minyak global.

Angka tersebut menempatkan Iran sebagai salah satu kontributor penting terhadap stabilitas pasokan energi internasional, terutama bagi pasar Asia yang selama ini menjadi tujuan utama ekspor minyak Teheran.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak Dekati USD 95 per Barel

Aktivitas Kapal Iran Meningkat di Berbagai Jalur Pelayaran

Perubahan aktivitas pelayaran Iran tidak hanya terjadi di Teluk Oman.

Kelompok pemantau United Against Nuclear Iran (UANI) melaporkan kapal-kapal yang terkait dengan Iran mulai menunjukkan peningkatan aktivitas di sejumlah jalur perdagangan global setelah pengumuman kesepakatan dengan AS.

Dua tanker minyak lainnya milik NITC, yakni Dan dan Sinopa, kembali menyalakan sistem pelacak posisi mereka di Selat Malaka yang berada di antara Malaysia dan Indonesia.

Sebelumnya, kedua kapal tersebut tidak terdeteksi dalam sistem pelacakan publik sejak awal April.

Data terbaru menunjukkan keduanya kini bergerak menuju Iran.

"Iran tidak membuang waktu untuk mengembalikan armada tankernya ke jalur perdagangan internasional," kata Bockmann.

Dampak Kemanusiaan dan Ekonomi bagi Warga Iran

Di balik pergerakan tanker dan negosiasi geopolitik, terdapat dampak langsung terhadap kehidupan jutaan warga Iran.

Pembatasan ekspor minyak selama berbulan-bulan telah mengurangi salah satu sumber pendapatan utama negara. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah membiayai program pembangunan, subsidi energi, hingga kebutuhan sosial masyarakat.

Para pelaku usaha, pekerja sektor energi, dan keluarga yang bergantung pada aktivitas ekspor minyak menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Keberhasilan pengiriman tiga tanker ini dipandang sebagai secercah harapan bagi pemulihan aktivitas ekonomi nasional. Namun, ketidakpastian masih membayangi selama kesepakatan resmi antara AS dan Iran belum benar-benar diteken.

Perkembangan hubungan AS-Iran berpotensi memengaruhi harga energi global yang turut berdampak pada Indonesia.

Jika ekspor minyak Iran kembali meningkat, pasokan minyak dunia dapat bertambah sehingga membantu menekan volatilitas harga energi internasional.

Baca Juga: Iran Sebut Blokade Laut AS di Selat Hormuz Masih Berlangsung, Tuding Washington Khianati Diplomasi

Menanti Penandatanganan Kesepakatan di Swiss

Meski tiga tanker Iran telah melintasi garis blokade, masa depan perdagangan minyak negara tersebut masih bergantung pada hasil akhir perundingan yang dijadwalkan ditandatangani di Swiss.

Apabila kesepakatan berhasil diwujudkan, Iran berpeluang kembali menjadi salah satu pemasok penting minyak dunia. Namun jika negosiasi menemui hambatan, ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pasar energi global dapat kembali meningkat dalam waktu singkat.*

Editor : Uray Ronald
#Blokade AS #Teluk Oman #Ekspor Minyak Iran #Tanker Iran #kesepakatan AS-Iran