Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh Wall Street Journal yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal mengenai kebutuhan anggaran tambahan tersebut.
Menurut laporan itu, Wakil Menteri Pertahanan AS Stephen Feinberg telah menyampaikan kebutuhan dana tersebut kepada para anggota Kongres melalui pembicaraan telepon yang dilakukan pekan ini.
Selain mengajukan tambahan pendanaan, pimpinan Pentagon juga memperingatkan bahwa anggaran operasional militer berpotensi mengalami kekurangan pada musim panas tahun ini apabila Kongres tidak segera menyetujui rancangan undang-undang belanja pertahanan yang baru. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi berbagai kegiatan militer, termasuk pelatihan dan operasi rutin.
Saat ini, anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2026 tercatat mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban sipil. Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi operasi militer yang menyedot anggaran besar dari pemerintah AS.
Pada malam menjelang 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat dilaporkan menandatangani sebuah memorandum secara jarak jauh yang mengatur penghentian konflik militer. Kesepakatan itu juga mencakup jadwal pencabutan blokade laut oleh AS dan pemulihan aktivitas pelayaran Iran melalui Selat Hormuz.
Permintaan tambahan dana tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan anggaran di Kongres, mengingat besarnya nilai yang diajukan serta kebutuhan pembiayaan operasi militer yang terus berlangsung. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas