Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

60.000 Jemaah Padati Masjid Al-Aqsa di Tengah Pembatasan Israel

Uray Ronald • Jumat, 19 Juni 2026 | 22:51 WIB
Ilustrasi - Seorang ibu memotret anaknya saat merayakan Idul Adha di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Rabu (27/5/2026). (ANTARA/Xinhua/Jamal Awad/aa)
Ilustrasi - Seorang ibu memotret anaknya saat merayakan Idul Adha di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Rabu (27/5/2026). (ANTARA/Xinhua/Jamal Awad/aa)

 

PONTIANAK POST — Lebih dari 60.000 jemaah melaksanakan salat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, meski pasukan Israel memberlakukan pembatasan ketat di sejumlah akses menuju kawasan suci tersebut. Informasi itu disampaikan Kementerian Wakaf Islam yang mengelola situs keagamaan di Yerusalem.

Menurut kementerian, puluhan ribu warga Palestina tetap memadati kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (19/6) dengan melewati pemeriksaan dan pembatasan yang diberlakukan di gerbang masjid maupun di berbagai titik Kota Tua Yerusalem.

Kehadiran mereka menunjukkan tingginya komitmen masyarakat untuk menjalankan ibadah di salah satu situs paling suci bagi umat Islam.

Kementerian Wakaf Islam menyatakan otoritas Israel masih membatasi akses warga Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk memasuki Masjid Al-Aqsa. Kebijakan tersebut disebut telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Pembatasan tersebut berdampak langsung pada ribuan warga Palestina yang harus menghadapi berbagai prosedur keamanan sebelum dapat memasuki kawasan masjid.

Baca Juga: 33 Warga Palestina Tewas Ditembak Israel Saat Iduladha, Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk

Bagi banyak keluarga, perjalanan menuju Al-Aqsa bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga perjuangan mempertahankan hak untuk beribadah di tempat suci mereka.

Pada 8 Juni lalu, Kementerian Wakaf Islam melaporkan adanya sejumlah pelanggaran terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen sepanjang Mei. Dalam laporan bulanannya, kementerian mencatat 23 insiden yang disebut sebagai penyerangan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa.

Laporan yang sama juga menyebut adanya 74 kali larangan pelaksanaan salat di Masjid Ibrahimi di Hebron. Selain itu, pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa disebut semakin diperketat sehingga menghambat sebagian warga Palestina untuk melaksanakan ibadah.

Baca Juga: Wali Kota Paris Usulkan Status Warga Kehormatan bagi Warga Palestina

Meski menghadapi pembatasan, ribuan jemaah tetap memadati area masjid sejak pagi. Suasana ibadah berlangsung di tengah pengamanan ketat yang diberlakukan di sekitar kawasan Kota Tua Yerusalem.

Bagi warga Palestina, kehadiran di Masjid Al-Aqsa memiliki makna yang melampaui ritual keagamaan. Banyak jemaah menempuh perjalanan panjang dan menghadapi berbagai hambatan demi dapat menunaikan salat berjemaah di lokasi yang memiliki nilai spiritual dan historis penting.

Kementerian Wakaf Islam juga melaporkan bahwa ribuan pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Maroko pada pagi dan siang hari. Aktivitas tersebut disebut berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian Israel.

Perkembangan ini menambah dinamika situasi di kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi titik sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Berbagai pihak terus menyerukan penghormatan terhadap kebebasan beribadah serta perlindungan terhadap situs-situs suci bagi seluruh pemeluk agama.*

Editor : Uray Ronald
#Masjid Al-Aqsa #shalat Jumat Al-Aqsa #Yerusalem #pembatasan Israel #palestina