Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Perundingan AS-Iran di Swiss Mendadak Batal, Upaya Perdamaian Kembali Tertunda

Uray Ronald • Jumat, 19 Juni 2026 | 23:12 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

PONTIANAK POST  — Pemerintah Swiss mengumumkan pembatalan perundingan AS-Iran yang sedianya berlangsung di Bürgenstock pada Jumat (19/6) waktu setempat. Keputusan ini menunda upaya diplomatik yang diharapkan dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan masyarakat sipil.

Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan diskusi yang dijadwalkan berlangsung hari itu tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana. Pertemuan yang sebelumnya telah diumumkan resmi dibatalkan dan dijadwalkan ulang pada waktu yang belum ditentukan.

"Perundingan di Bürgenstock tidak akan berlangsung sesuai rencana hari ini," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Swiss dilansir Anadolu.

"Dengan demikian, pertemuan yang diumumkan kemarin dibatalkan."

Baca Juga: Swiss Pastikan AS dan Iran Bakal Teken Memorandum di Burgenstock, Qatar dan Pakistan Jadi Mediator

Pembahasan yang Melibatkan Empat Negara Ditunda

Dalam pernyataan terpisah, pemerintah Swiss menyebut perundingan yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan hanya ditunda, bukan dibatalkan permanen.

Swiss menegaskan tetap siap memfasilitasi dialog lanjutan. Sikap tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang diplomasi di tengah ketegangan yang terus berkembang.

"Perundingan yang direncanakan antara Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan ditunda. Swiss tetap siap memfasilitasi pembicaraan tersebut," tambah Kementerian Luar Negeri Swiss.

Kendala Teknis Jadi Alasan Penundaan

Pengumuman Swiss muncul tidak lama setelah Gedung Putih menyampaikan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance tidak akan berangkat ke Swiss sesuai jadwal.

Pemerintah AS menyebut sejumlah rincian logistik dan teknis terkait pembahasan dengan Iran belum terselesaikan. Kondisi tersebut membuat agenda pertemuan tidak dapat dilanjutkan sesuai rencana.

"Hingga saat ini, Wakil Presiden AS tidak akan berangkat ke Swiss malam ini," kata seorang juru bicara Gedung Putih.

Ia menjelaskan bahwa rencana pembicaraan teknis lanjutan dengan Iran masih belum final. Meski delegasi AS siap berangkat kapan saja jika diperlukan, proses negosiasi tersebut dinilai memiliki tantangan logistik yang kompleks dan sulit diprediksi.

Memorandum Islamabad Disebut Jadi Dasar Upaya Perdamaian

Sehari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan menandatangani Memorandum Islamabad secara elektronik.

Dokumen tersebut disebut bertujuan membuka jalan menuju penghentian konflik yang melibatkan Washington dan Tel Aviv terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

Menurut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator dan turut menandatangani dokumen itu, kesepakatan tersebut memuat sejumlah langkah awal untuk meredakan ketegangan.

Baca Juga: Netanyahu Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon Meski Ada Kesepakatan AS-Iran

Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

Berdasarkan isi kesepakatan yang disampaikan Pakistan, Iran akan kembali membuka Selat Hormuz yang memiliki peran strategis bagi perdagangan energi dunia.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang sama, Amerika Serikat disebut akan mengakhiri blokade angkatan laut yang diberlakukan sebelumnya.

Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Gangguan terhadap akses di kawasan tersebut dapat berdampak langsung pada rantai pasok energi global dan harga komoditas internasional.

Baca Juga: Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Masih Bisa Berubah, Ancam Kembali Lakukan Serangan Jika Teheran Melanggar

Dampak Kemanusiaan Menjadi Taruhan

Penundaan perundingan AS-Iran tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik kedua negara. Ketidakpastian proses perdamaian juga berpotensi memperpanjang kekhawatiran jutaan warga sipil yang terdampak ketegangan politik dan militer di kawasan.

Di tengah situasi yang belum menentu, keberlanjutan dialog diplomatik menjadi harapan utama untuk mencegah eskalasi konflik yang dapat memperburuk kondisi kemanusiaan, mengganggu aktivitas ekonomi, dan mengancam stabilitas regional.*

Editor : Uray Ronald
#JD Vance #perundingan AS-Iran #pembatalan perundingan Swiss #memorandum Islamabad #selat hormuz