PONTIANAK POST – Jumlah korban tewas akibat gempa Venezuela berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang wilayah utara negara itu terus bertambah. Hingga Kamis (25/6), sedikitnya 164 orang meninggal dunia dan 971 lainnya mengalami luka-luka setelah dua gempa besar terjadi pada Rabu malam.
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Pemerintah memperkirakan jumlah korban masih dapat meningkat seiring petugas menjangkau wilayah terdampak dan mengevakuasi warga yang tertimbun bangunan runtuh.
Sebelumnya, pemerintah melaporkan 32 korban jiwa dan lebih dari 700 orang terluka. Namun, pembaruan data menunjukkan skala kerusakan dan dampak kemanusiaan jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Tim Penyelamat Fokus Cari Korban di Bangunan Runtuh
Di berbagai wilayah terdampak, suara alat berat dan sirene ambulans masih terdengar saat tim penyelamat bekerja tanpa henti.
Prioritas utama saat ini adalah menemukan warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan rumah dan bangunan yang ambruk akibat guncangan kuat.
Menurut Rodriguez, pemerintah mengerahkan sumber daya darurat untuk mempercepat proses evakuasi dan penyelamatan.
"Tujuan utama kami adalah menyelamatkan nyawa," kata Rodriguez sebagaimana dikutip dari Anadolu.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Filipina Naik Jadi 55 Orang, Ribuan Rumah Rusak
Salah Satu Gempa Terkuat dalam Lebih dari Seabad
Data teknis terbaru dari United States Geological Survey (USGS) menunjukkan wilayah utara Venezuela diguncang rangkaian gempa ganda yang sangat kuat.
Guncangan tersebut tercatat sebagai salah satu peristiwa seismik paling besar yang melanda Venezuela dalam lebih dari 100 tahun terakhir.
Getaran dirasakan di wilayah yang sangat luas dan menyebabkan kerusakan pada rumah, fasilitas publik, serta infrastruktur penting.
Ribuan Warga Menghadapi Ketidakpastian
Di balik angka korban, bencana ini meninggalkan duka mendalam bagi ribuan keluarga.
Sejumlah warga dilaporkan kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, maupun sumber penghidupan akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa.
Banyak keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian sementara sambil menunggu kabar kerabat yang belum ditemukan.
USGS Sempat Prediksi Potensi Korban Jauh Lebih Besar
Sebelumnya, USGS memperkirakan gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo tersebut berpotensi menimbulkan korban dalam jumlah sangat besar.
Estimasi awal lembaga itu menunjukkan kemungkinan korban jiwa dapat berada pada kisaran puluhan ribu orang apabila gempa menghantam kawasan dengan tingkat kerentanan tinggi.
Meski demikian, otoritas Venezuela masih terus melakukan verifikasi data sambil melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan.
Baca Juga: Gempa 3,9 Magnitudo Guncang Kalimantan Utara Saat Subuh, BMKG Catat Episentrum Dekat Laut Sulawesi
Bantuan Darurat Jadi Kebutuhan Mendesak
Seiring bertambahnya jumlah korban, kebutuhan bantuan kemanusiaan diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Layanan kesehatan, tempat pengungsian, pasokan air bersih, makanan, dan dukungan psikososial menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.
Bencana ini kembali menunjukkan bagaimana gempa besar tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengubah kehidupan ribuan keluarga dalam hitungan detik.*
Editor : Uray Ronald