PONTIANAK POST – Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin mengumumkan pengunduran dirinya karena alasan kesehatan. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat dan dilaporkan surat kabar Daily Star pada Jumat (24/7), meski masa jabatannya baru akan berakhir pada April 2028.
Dalam keterangannya, Shahabuddin mengatakan kondisi kesehatannya terus memburuk sehingga tidak lagi mampu menjalankan tugas sebagai kepala negara.
"Saya menderita berbagai komplikasi kesehatan," kata Presiden Shahabuddin seperti dikutip surat kabar tersebut.
Mengaku Mengalami Neuropati Otonom
Melalui surat pengunduran dirinya, presiden berusia 76 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya baru-baru ini didiagnosis menderita neuropati otonom, kondisi yang membuatnya terkadang kehilangan kesadaran.
Menurut Shahabuddin, perkembangan penyakit tersebut telah memengaruhi kemampuan mental maupun fisiknya sehingga tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan tanggung jawab konstitusional sebagai presiden.
"Karena perkembangan penyakit ini dan yang mengakibatkan ketidakmampuan mental dan fisik, saya tidak lagi mampu menjalankan tanggung jawab jabatan konstitusional penting sebagai presiden. Saya membutuhkan pengobatan medis jangka panjang," tulisnya.
Masa Jabatan Berakhir Lebih Cepat
Pengunduran diri Shahabuddin dilakukan jauh sebelum masa jabatannya berakhir pada April 2028.
Berdasarkan konstitusi Bangladesh, ketua parlemen akan menjalankan tugas sebagai presiden sementara hingga mekanisme konstitusional berikutnya dilaksanakan. Informasi tersebut dilaporkan surat kabar Dhaka Tribune.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara