Indonesia-Sarawak Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi, Warga Perbatasan Jadi Perhatian

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 01:02 WIB
Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato
Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo (ketiga dari kiri) bertemu Yang di-Pertua Negeri Sarawak Wan Junaidi Tuanku Jaafar (keempat dari kiri) dalam kunjungan kehormatan di Sarawak, Malaysia, Senin (3/8/2026). Pertemuan membahas penguatan kerja sama Indonesia-Sarawak di bidang ekonomi, perlindungan pekerja migran, pendidikan, dan kawasan perbatasan Borneo. /ANTARA/HO-Pensosbud KJRI Kuching.

 

PONTIANAK POST - Indonesia dan Negeri Sarawak, Malaysia, memperkuat kerja sama Indonesia-Sarawak di berbagai bidang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kedua wilayah. Kolaborasi tersebut mencakup ekonomi hijau, perlindungan pekerja migran, pendidikan, perdagangan, hingga pengelolaan kawasan perbatasan.

Komitmen itu disampaikan dalam kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo kepada Yang di-Pertua Negeri Sarawak Wan Junaidi Tuanku Jaafar di Sarawak, Malaysia, Senin (3/8).

"Saya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Sarawak atas hubungan persahabatan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik," ujar Duta Besar Iman.

Hubungan Indonesia-Sarawak Dibangun dari Kedekatan Sejarah Borneo

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching menyatakan hubungan Indonesia dan Sarawak tidak hanya berlangsung melalui jalur diplomasi pemerintah.

Hubungan kedua wilayah juga diperkuat oleh kedekatan sejarah, budaya, serta interaksi masyarakat yang telah berlangsung lama di kawasan Borneo atau Kalimantan.

Kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi antarinstansi untuk memastikan berbagai program kerja sama dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perbatasan Bukan Sekadar Garis Wilayah

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, hubungan Indonesia-Sarawak memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses layanan dasar.

Kerja sama lintas batas diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas ekonomi antarwilayah.

Ekonomi Hijau dan Industri Ramah Lingkungan Jadi Prioritas

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Iman menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan nasional Indonesia, termasuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Indonesia mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang.

Menurut Iman, Indonesia dan Sarawak memiliki peluang besar untuk memperkuat kolaborasi di sektor ekonomi hijau, industri ramah lingkungan, dan pengembangan teknologi masa depan.

Perlindungan PMI hingga Pendidikan Anak Indonesia Dibahas

Selain sektor ekonomi, pertemuan Indonesia-Sarawak juga membahas isu sosial yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Sarawak.

Kedua pihak juga membahas peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia melalui Community Learning Center (CLC).

Program tersebut menjadi salah satu upaya memastikan anak-anak pekerja migran tetap memperoleh hak pendidikan meski berada di luar wilayah Indonesia.

Kerja Sama Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia Diperkuat

Pertemuan tersebut turut membahas penguatan mekanisme kerja sama sosial ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo).

Kerja sama ini mencakup berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, konektivitas, pengelolaan kawasan perbatasan, hingga pelestarian lingkungan.

Pemerintah kedua wilayah sepakat menindaklanjuti hasil pembahasan melalui pertemuan teknis dan program kolaboratif.

Indonesia Sampaikan Program Strategis Nasional ke Sarawak

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Iman juga menyampaikan sejumlah program prioritas nasional Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program yang disampaikan antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, pembangunan rumah sakit, serta keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kerja sama dengan Sarawak dinilai memiliki peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi dan pembangunan di kawasan regional Borneo.

Masa Depan Borneo Bergantung pada Kolaborasi Dua Wilayah

Indonesia dan Sarawak memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan Borneo melalui kerja sama yang berkelanjutan.

Hubungan kedua wilayah tidak hanya berbicara mengenai kepentingan ekonomi, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang kawasan perbatasan.

Dengan penguatan komunikasi dan koordinasi, kedua pihak berharap kerja sama yang terbangun dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia dan Sarawak.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
konektivitas antarwilayah kerja sama Indonesia-Sarawak hubungan Kalimantan-Malaysia pekerja migran indonesia kawasan perbatasan