Asap Kalimantan Barat Menyeberang ke Sarawak: Kuching dan Empat Wilayah Lain Catat Udara Tidak Sehat

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 23:16 WIB
Kualitas udara di Kuching, Sarawak, Malaysia, tercatat pada level tidak sehat dengan US AQI 159 dan konsentrasi PM2.5 mencapai 66,5 µg/m³ pada 9 Agustus 2026 pukul 23.00 waktu setempat.
Kualitas udara di Kuching, Sarawak, Malaysia, tercatat pada level tidak sehat dengan US AQI 159 dan konsentrasi PM2.5 mencapai 66,5 µg/m³ pada 9 Agustus 2026 pukul 23.00 waktu setempat.

 

PONTIANAK POST – Asap dari titik panas di Kalimantan Barat bergerak ke arah utara dan memasuki wilayah Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak memburuk hingga masuk kategori tidak sehat.

Jabatan Alam Sekitar (JAS) Malaysia melaporkan lima wilayah Sarawak mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) pada kategori tidak sehat hingga pukul 08.00 waktu setempat. Serian mencatat angka tertinggi 171, disusul Kuching 154, Samarahan 154, Sri Aman 139, dan Bintulu 124.

Timbalan Premier Sarawak yang juga Pengerusi Jawatankuasa Pengurusan Bencana Negeri (JPBN) Sarawak, Datuk Amar Douglas Uggah Embas, mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan pergerakan asap lintas batas.

“Laporan pergerakan jerebu terkini yang dikeluarkan Jabatan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) menunjukkan jerebu yang melanda beberapa kawasan di Sarawak berpunca daripada rentas sempadan, dengan corak angin semasa membawa asap daripada titik panas di wilayah jiran ke negeri ini,” katanya dikutp dari Astrowani.

Menurut Uggah, jerebu lintas batas diperkirakan masih memengaruhi sejumlah wilayah Sarawak dalam beberapa hari ke depan. Sebanyak 19 wilayah masuk dalam pemantauan, yakni Betong, Bintulu, Daro, Julau, Kanowit, Kuching, Lundu, Marudi, Miri, Mukah, Pakan, Samarahan, Saratok, Serian, Sibu, Simunjan, Song, Sri Aman, dan Tatau.

JAS menyebut kepulan asap sedang hingga tebal terdeteksi di Kalimantan Barat dan bergerak ke arah utara memasuki bagian barat Sarawak. Kepulan asap dengan intensitas serupa juga terdeteksi di sejumlah wilayah lain di Kalimantan dan bagian tengah Sarawak.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla di Kalimantan dapat meluas melampaui batas wilayah Indonesia. Arah angin menjadi salah satu faktor yang membawa asap dari wilayah yang mengalami kebakaran menuju kawasan di negara tetangga.

Meski demikian, sumber asap tidak dapat secara otomatis dikaitkan dengan seluruh kebakaran yang terjadi di Kalimantan Barat. Diperlukan analisis lebih lanjut terhadap titik panas, lokasi kebakaran, citra satelit, serta pola pergerakan angin untuk memastikan sumber asap.

Uggah mengingatkan masyarakat Sarawak agar mewaspadai perubahan kondisi cuaca dan arah angin. Masyarakat diminta memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika tingkat pencemaran meningkat.

Kelompok rentan seperti anak-anak, warga lanjut usia, dan orang dengan gangguan pernapasan juga diminta lebih berhati-hati. Masyarakat disarankan mengenakan masker yang sesuai ketika berada di luar ruangan, menutup pintu dan jendela saat jerebu memburuk, serta menjaga kecukupan cairan tubuh.

Uggah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka. Kebakaran atau aktivitas pembakaran terbuka diminta segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Pembakaran terbuka merupakan pelanggaran berdasarkan Ordinan Sumber Asli dan Alam Sekitar Sarawak. Pelaku dapat dikenai denda hingga RM100.000, hukuman penjara hingga lima tahun, atau keduanya.

Bagi Kalimantan Barat, kondisi tersebut kembali menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan dampak di wilayah terdampak kebakaran. Ketika asap terbawa angin melintasi perbatasan, kualitas udara masyarakat di wilayah tetangga juga dapat ikut terpengaruh.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
titik panas Kalimantan Barat asap Kalimantan Barat jerebu Sarawak kualitas udara Sarawak karhutla kalbar