Kabut Asap di Sarawak Kian Parah, Kualitas Udara di Tebedu dan Serian Sangat Tidak Sehat

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:07 WIB
Petugas beruapaya memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara)
Petugas berupaya memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara)

 

PONTIANAK POST - Kabut asap atau jerebu di Sarawak, Malaysia semakin memburuk. Hal ini ditandai dengan kondisi Indeks Pencemaran Udara (IPU) di Tebedu dan Serian yang menunjukkan kategori sangat tidak sehat.

Data Lembaga Sumber Daya Alam dan Lingkungan (NREB) Sarawak pada Rabu (12/8) pukul 16.00 menunjukkan Tebedu mencatat IPU 214, sedangkan Serian 201.

Angka 201 hingga 300 termasuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kabut asap yang melanda kawasan ini diduga berasal dari Kalimantan Barat. Menurut laporan Suara Sarawak, kondisi tersebut menyebabkan enam sekolah di Tebedu dan 107 sekolah di Serian ditutup sementara. 

Kegiatan belajar dialihkan melalui Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR). Keputusan tersebut mengikuti pedoman Kementerian Pendidikan Malaysia untuk melindungi siswa dari paparan udara tercemar. 

Baca Juga: Cegah Ekspor Asap ke Negeri Jiran, Balai Dalkarhut Tingkatkan Patroli Karhutla di Perbatasan

Pengerusi Jawatankuasa Pengurusan Bencana Negeri Sarawak (JPBNS), Datuk Amar Douglas Uggah Embas, berkata penutupan tersebut merupakan langkah pencegahan demi melindungi kesehatan murid serta warga sekolah.

“Proses Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR) diteruskan sepanjang tempoh penutupan bagi memastikan kesinambungan pembelajaran murid tidak terjejas,” katanya.

Baca Juga: 107 Sekolah di Sarawak Ditutup karena Kiriman Kabut Asap dari Indonesia dan Karhutla Lokal

Mayoritas Wilayah Sarawak Masih Tidak Sehat

Data NREB Sarawak menunjukkan sebagian besar wilayah lainnya juga berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menunjukkan kabut asap masih berlangsung di sejumlah bagian Sarawak.

Wilayah yang mencatatkan kategori tidak sehat adalah Samarahan 178, Kuching 177, Lubok Antu 165, Sarikei 160, Sri Aman 157, Bintulu 153, Miri 151, Sibu 124, Lundu 111, Samalaju 110, dan Lawas 102.

Sementara itu, lima wilayah mencatatkan kategori sedang. Mukah mencatat 97, ILP Miri 92, Limbang 78, Kapit 67, dan Bario 64.

Baca Juga: Asap Kalimantan Barat Menyeberang ke Sarawak: Kuching dan Empat Wilayah Lain Catat Udara Tidak Sehat

Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada

IPU antara 201 hingga 300 dikategorikan sangat tidak sehat dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Risiko lebih besar dihadapi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika jerebu Sarawak berada pada tingkat tidak sehat. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan udara tercemar.

NREB Pantau Kualitas Udara Sarawak

NREB Sarawak akan terus memantau perkembangan kualitas udara di seluruh wilayah Sarawak. Data IPU akan diperbarui dari waktu ke waktu berdasarkan kondisi terbaru.

Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan resmi dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi kualitas udara. Perhatian khusus diperlukan ketika bacaan IPU memasuki kategori sangat tidak sehat.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Suara Sarawak
kabut asap Sarawak IPU Sarawak Tebedu Serian sekolah ditutup akibat jerebu