Tokoh Malaysia Beri Peringatan Keras Soal Kabut Asap Lintas Batas, Jerebu Sarawak Jadi Alarm

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Tim gabungan memadamkan karhutla di Singkawang. (Antara/Humas Manggala Agni)
Ilustrasi - Tim gabungan memadamkan karhutla di Kalbar. (Antara/Manggala Agni)

 

PONTIANAK POST - Jerebu (kabut asap) yang melanda sejumlah kawasan Sarawak menjadi peringatan bagi Malaysia untuk memperkuat pencegahan terhadap potensi jerebu lintas batas. Pemerintah Malaysia diminta tidak menunggu kondisi memburuk hingga berubah menjadi krisis sebelum mengambil tindakan.

Pengerusi Ikatan Komuniti Selamat, Tan Sri Lee Lam Thye, mengatakan kemerosotan kualitas udara di Sarawak harus menjadi peringatan dini. Menurutnya, Malaysia perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan jerebu menyebar ke Semenanjung.

“Jerebu tidak boleh lagi dianggap sebagai masalah bermusim semata-mata. Ia perlu dilihat sebagai risiko bencana serantau yang mempunyai implikasi besar terhadap kesihatan awam, keselamatan, ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” katanya kepada Utusan Borneo, Rabu (12/8).

Baca Juga: Karhutla Kalbar Picu Jerebu Sarawak, Ini Respons Pemerintah Malaysia

Malaysia Diminta Bertindak Sebelum Jerebu Menjadi Krisis

Lee mengatakan Malaysia memiliki pengalaman menghadapi episode jerebu serius. Karena itu, tindakan tidak seharusnya baru dilakukan setelah sekolah ditutup, aktivitas luar ruangan dihentikan, atau kesehatan masyarakat terdampak.

“Kerajaan perlu mengambil pendekatan pencegahan dan kesiapsiagaan, bukannya hanya bertindak selepas keadaan menjadi serius,” katanya.

Menurut Lee, cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan serta lahan gambut. Perubahan arah angin juga berpotensi membawa asap melintasi perbatasan negara.

Titik Panas dan Arah Angin Perlu Dipantau

Lee mendesak peningkatan pemantauan terhadap titik panas, kebakaran hutan, lahan gambut, serta perubahan arah angin. Langkah tersebut dinilai penting agar tindakan cepat dapat dilakukan ketika risiko meningkat.

Ia juga meminta rencana aksi jerebu diaktifkan lebih awal berdasarkan indikator risiko. Sekolah, rumah sakit, tempat kerja, dan lembaga terkait perlu memiliki rencana kesiapsiagaan yang jelas.

Baca Juga: Kabut Asap di Sarawak Kian Parah, Kualitas Udara di Tebedu dan Serian Sangat Tidak Sehat

Jerebu Lintas Batas Perlu Kerja Sama ASEAN

Lee menilai Malaysia perlu memperkuat kerja sama ASEAN, terutama dengan Indonesia, untuk menangani sumber kebakaran di kawasan yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan gambut.

“Masalah jerebu rentas sempadan tidak boleh diselesaikan oleh satu negara sahaja,” katanya.

Kerja sama tersebut diperlukan karena jerebu lintas batas tidak berhenti pada wilayah tempat kebakaran terjadi. Pergerakan asap dapat dipengaruhi kondisi atmosfer dan arah angin.

“Malaysia juga perlu memperkukuh kerjasama ASEAN, khususnya dengan Indonesia, bagi menangani punca kebakaran di kawasan yang terdedah kepada kebakaran hutan dan tanah gambut,” katanya.

Baca Juga: Cegah Ekspor Asap ke Negeri Jiran, Balai Dalkarhut Tingkatkan Patroli Karhutla di Perbatasan

Pembakaran Terbuka Juga Perlu Ditindak

Menurut Lee, sumber jerebu di dalam Malaysia juga perlu ditangani secara tegas. Hal tersebut mencakup pembakaran terbuka, kebakaran hutan dan lahan gambut, serta pembukaan lahan yang tidak terkendali.

Ia juga meminta informasi mengenai kualitas udara disampaikan secara cepat dan akurat. Nasihat kesehatan perlu disesuaikan dengan bacaan Indeks Pencemar Udara (API).

Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perlindungan

Lee meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan ketika kualitas udara memburuk. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, warga lanjut usia, pekerja luar ruangan, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Penyampaian informasi yang cepat dinilai penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya. Langkah tersebut juga membantu lembaga pendidikan dan tempat kerja mengambil keputusan berdasarkan kondisi udara terkini.

Baca Juga: 107 Sekolah di Sarawak Ditutup karena Kiriman Kabut Asap dari Indonesia dan Karhutla Lokal

Malaysia Diminta Gunakan Jalur Diplomatik

Lee mengatakan Malaysia perlu terus menggunakan jalur diplomatik dan mekanisme ASEAN untuk memperoleh kerja sama negara tetangga dalam menangani sumber jerebu.

“Kita perlu mengutamakan kerjasama serantau, tetapi pada masa sama mesti tegas dalam mempertahankan hak rakyat Malaysia untuk menikmati udara yang bersih dan selamat,” katanya.

Menurutnya, tindakan dini lebih baik daripada menunggu jerebu menyelimuti Semenanjung dan API mencapai tingkat berbahaya.

Jerebu Dinilai Dapat Diprediksi dan Dikurangi Risikonya

Lee mengatakan risiko jerebu dapat ditekan melalui pemantauan, pencegahan, penegakan hukum, dan kerja sama regional. Karena itu, kesiapsiagaan perlu dilakukan sebelum kondisi berubah menjadi krisis.

“Jerebu ialah masalah yang boleh diramal dan risikonya boleh dikurangkan melalui pemantauan, pencegahan, penguatkuasaan dan kerjasama serantau.”

“Tindakan awal adalah jauh lebih baik daripada tindakan selepas krisis berlaku. Malaysia mesti bersedia sekarang, bukan apabila jerebu sudah menyelubungi Semenanjung,” katanya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Utusan Borneo
jerebu Sarawak jerebu lintas batas karhutla Kalimantan kualitas udara Malaysia kabut asap