Bikin Haru, Mahasiswa Indonesia ini Nyanyi Tanah Airku Saat Wisuda di University of York Inggris

Silvina • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:09 WIB
 
Potongan video Muhammad Afandi Angkotasan, mahasiswa asal Pelau, Maluku, menyanyikan Tanah Airku saat wisuda di University of York, Inggris.
Potongan video Muhammad Afandi Angkotasan, mahasiswa asal Pelau, Maluku, menyanyikan Tanah Airku saat wisuda di University of York, Inggris.

 

PONTIANAK POST - Ada kisah tentang tanah air yang terasa berbeda ketika seseorang berada ribuan kilometer dari kampung halaman. Itulah yang tergambar dalam momen wisuda Muhammad Afandi Angkotasan di University of York, Inggris.

Mahasiswa asal Pelau, Maluku, itu memilih menyanyikan lagu Tanah Airku di hadapan para tamu, staf, keluarga, dan sesama wisudawan sambil mengibarkan berdera merah putih. Dari panggung wisuda di Inggris, Afandi justru membawa nama kampung kecilnya di Maluku melalui lagu yang sejak kecil sudah akrab di telinganya.

Dari Pelau, Maluku, hingga University of York

Baca Juga: Musisi Tanah Air Hadirkan Lagu Kebangsaan Jelang HUT ke-81 RI

Dalam video yang diunggah akun YouTube Shorts AdraFishingClub dan tayang pada 3 Agustus 2026, Afandi memperkenalkan dirinya sebagai Muhammad Afandi Angkotasan. Ia menyebut berasal dari Pelau, sebuah kampung di Maluku, wilayah timur Indonesia.

Di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, ia terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan. Namun, suasana kemudian berubah ketika ia mulai bercerita tentang lagu nasional Indonesia yang memiliki makna khusus baginya.

Lagu tersebut adalah Tanah Airku. Lagu ciptaan Ibu Sud itu sudah didengarnya berkali-kali sejak masih kecil. Namun, menurut Afandi, makna lagu tersebut baru benar-benar ia pahami setelah menjalani kehidupan jauh dari Indonesia.

Baca Juga: Harapkan Lulusan Jadi Pelopor Pendidikan, STKIP Tanjungpura Ketapang Gelar Wisuda Perdana

“Baru Benar-Benar Memahaminya” Saat Jauh dari Rumah

Afandi menceritakan bahwa generasi Indonesia tumbuh dengan lagu Tanah Airku. Lagu tersebut bukan sesuatu yang asing baginya. Ia telah mendengarnya sejak masa kanak-kanak.

Namun, berada jauh dari Indonesia membuat setiap liriknya terasa berbeda. Dari Inggris, ribuan kilometer dari Pelau, Maluku, Afandi seolah menemukan kembali makna tentang rumah dan tanah kelahiran yang selama ini mungkin terasa biasa ketika berada di dekatnya.

Baca Juga: AKFAR YARSI Pontianak Wisuda 170 Lulusan, Total Alumni Capai 2.087 Orang

Ia kemudian menyanyikan bagian lagu yang menggambarkan kerinduan tersebut. “Walaupun banyak negeriku jalani, yang masyhur permai dikata orang, tetapi kampung dan rumahku, di sanalah ku rasa senang.”

Wisuda di Inggris, tetapi Hati Pulang ke Maluku

Momen tersebut menjadi semakin kuat karena Afandi menyanyikannya bukan di Indonesia, melainkan di Inggris, tempat ia menyelesaikan pendidikannya di University of York.

Baca Juga: Bupati Kayong Utara Hadiri Wisuda Universitas OSO, 20 Mahasiswa Beasiswa Resmi Lulus

Di tengah suasana akademik dan perayaan kelulusan di negeri orang, ia justru memilih membawa pulang ingatan tentang kampung halaman melalui sebuah lagu. Pelau di Maluku menjadi bagian dari cerita yang ia bawa dalam perjalanan pendidikannya.

Kisah tersebut menggambarkan perjalanan seorang anak Indonesia yang berasal dari wilayah timur negeri, kemudian menempuh pendidikan hingga ke Inggris. Jarak yang jauh ternyata tidak membuat hubungan dengan tanah kelahiran menjadi semakin jauh.

Lagu yang Menjadi Pengingat tentang Rumah

Baca Juga: Remisi Kemerdekaan 2026 di Kapuas Hulu, Wabup Sukardi Dorong Warga Binaan Mulai Lembaran Baru

Bagi Afandi, Tanah Airku akhirnya bukan sekadar lagu yang pernah ia dengar sejak kecil. Lagu itu menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan panjangnya menempuh pendidikan, ada rumah dan kampung halaman yang selalu memiliki tempat khusus.

Suara Afandi ketika menyanyikan lagu tersebut juga menghadirkan pesan yang sederhana, tetapi kuat. Seseorang boleh pergi jauh untuk belajar dan mengejar cita-cita, tetapi tanah kelahiran tetap menjadi bagian dari identitasnya.

Setelah menyanyikan Tanah Airku, Afandi menutup penampilannya dengan ucapan terima kasih dalam beberapa bahasa. Ia juga menyampaikan pesan perpisahan dan harapan untuk dapat kembali bertemu dengan orang-orang yang hadir dalam momen tersebut.

Baca Juga: Krisantus Kukuhkan Pengurus DPP Perkumpulan Basudara Maluku, Tegaskan Tak Ada Lagi Dikotomi Pendatang dan Pribumi di Kalbar

Dari Kampung Kecil hingga Panggung Dunia

Perjalanan Afandi dari Pelau, Maluku, hingga University of York, Inggris, menjadi bagian paling menarik dari kisah ini. Ia menunjukkan bahwa latar belakang sebuah kampung kecil tidak membatasi seseorang untuk mengejar pendidikan hingga ke tempat yang jauh.

Namun, ketika akhirnya berada di panggung wisuda di Inggris, yang ia bawa bukan hanya pencapaian akademik. Ia juga membawa cerita tentang Indonesia, Maluku, dan kampung halaman yang membentuk dirinya.

Baca Juga: Bangganya Celine Olivia Apriani Theo Bawa Baki Bendera Pusaka, Ajak Ayah Ibu ke Istana Merdeka

Video itu memperlihatkan sisi lain dari sebuah wisuda. Di balik toga dan kebahagiaan kelulusan, ada cerita tentang perjalanan, keluarga, kampung halaman, dan kerinduan yang mungkin dirasakan banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri.

Kisah Muhammad Afandi Angkotasan menjadi pengingat bahwa semakin jauh seseorang pergi, terkadang semakin jelas pula arti tempat yang disebut rumah. Dari University of York, Inggris, ia menyanyikan Tanah Airku dan membawa pendengar kembali pada sebuah kampung di Maluku.

Sebab, seperti pesan yang terkandung dalam lagu tersebut, seseorang dapat mengenal banyak negeri dan melihat berbagai tempat indah di dunia. Namun, kampung dan rumah sendiri tetap memiliki ruang yang tidak mudah tergantikan.

 

 

 

Editor : Silvina
Muhammad Afandi Angkotasan Tanah Airku wisuda Inggris maluku