55 Orang di Malaysia Meninggal akibat Demam Berdarah

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:29 WIB
Ilustrasi Nyamuk DBD
Ilustrasi Nyamuk DBD

 

PONTIANAK POST – Wabah demam berdarah di Malaysia semakin mengkhawatirkan. Sebanyak 58.079 kasus infeksi dengan 55 kematian tercatat di seluruh negeri hingga 15 Agustus 2026. Jumlah kasus itu melonjak 56,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan risiko penularan demam berdarah masih tinggi. Penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes tersebut kini meluas ke sejumlah negara bagian.

“Risiko penularan demam berdarah tetap tinggi, dan situasi nasional tetap mengkhawatirkan,” kata Kementerian Kesehatan dalam pernyataan Jumat kemarin (21/8).

Peningkatan kasus awalnya terkonsentrasi di kawasan Lembah Klang, terutama Selangor, Kuala Lumpur, dan Putrajaya. Namun, lonjakan signifikan juga terjadi di wilayah lain.

Kementerian Kesehatan menyebut cuaca dan genangan air di sekitar permukiman turut meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes. Lebih dari 70 persen lokasi perkembangbiakan nyamuk tersebut ditemukan di kawasan permukiman.

Pemerintah Malaysia kini memperkuat deteksi dini, pengendalian vektor, penanganan wabah, serta pengerahan personel untuk menekan penyebaran demam berdarah. (lyn/gas)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
demam berdarah Malaysia 55 orang meninggal kasus dengue Malaysia wabah demam berdarah kematian akibat dengue