PONTIANAK POST — Malaysia menyerukan seluruh negara anggota ASEAN memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kabut asap (jerebu) lintas batas melalui langkah pencegahan, kesiapsiagaan nasional, dan pemantauan berkelanjutan.
Langkah tersebut perlu dilakukan berdasarkan prinsip Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas (AATHP/Asean Agreement on Transboundary Haze Pollution), terutama ketika kondisi kering di sejumlah wilayah Asia Tenggara meningkatkan risiko kebakaran dan pencemaran udara.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, mengatakan negara-negara anggota ASEAN perlu memperketat pengawasan di kawasan yang berisiko tinggi.
Menurutnya, langkah tersebut mencakup peningkatan pemantauan titik panas, memperkuat penegakan larangan pembakaran terbuka, serta memastikan kesiapan operasi pemadaman kebakaran yang efektif.
Pendirian Malaysia tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, pada Sabtu.
Arthur mengatakan kondisi kebakaran saat ini masih terkendali di wilayah masing-masing negara anggota. Namun, risiko jerebu lintas batas membutuhkan kesiapsiagaan bersama dan kewaspadaan tinggi di tingkat regional.
"Pelaksanaan intervensi awal, pertukaran informasi yang tepat, serta koordinasi regional yang erat merupakan elemen dasar dalam menangani masalah jerebu secara efektif," katanya, dikutip dari Utusan Borneo, Minggu (23/8).
Baca Juga: BMKG: Asap Karhutla Ketapang dan Kayong Utara Berpotensi Terbawa ke Pontianak hingga Malaysia
Kondisi Kering Tingkatkan Risiko Kabut Asap
Arthur mengatakan pemantauan perkembangan cuaca menunjukkan kondisi kering yang berlangsung di kawasan selatan ASEAN telah menyebabkan peningkatan aktivitas titik panas dan jerebu.
Kondisi tersebut berpotensi meluas seiring fenomena El Niño yang diperkirakan berangsur menguat dalam beberapa bulan mendatang.
Karena itu, Malaysia menilai langkah pencegahan dan intervensi awal perlu diperkuat sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lintas negara.
Malaysia Dukung Koordinasi ASEAN
Malaysia juga menyambut baik peran proaktif Sekretariat ASEAN sebagai Pusat Koordinasi ASEAN Sementara untuk Pengendalian Pencemaran Asap Lintas Batas (ACC THPC).
Menurut Arthur, pusat koordinasi tersebut penting untuk mempermudah penyebaran informasi, menyelaraskan kesiapsiagaan antarnegara anggota, serta memperkuat mekanisme kerja sama berdasarkan AATHP.
Baca Juga: Karhutla Kalbar Meningkat, OMC Diperkuat Cegah Asap Lintas Batas ke Sarawak
Malaysia meyakini komitmen bersama seluruh negara ASEAN dapat memperkuat ketahanan regional dalam menghadapi risiko perubahan iklim dan kebakaran.
"Malaysia yakin bahwa komitmen kuat dan tindakan proaktif seluruh negara anggota ASEAN akan memperkuat ketahanan regional dalam menghadapi tantangan iklim," katanya.
Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan kawasan ASEAN yang lebih sejahtera serta bebas jerebu bagi generasi saat ini dan mendatang.(*)
Editor : Uray RonaldSumber : Utusan Borneo