PM Anwar Ibrahim-Sultan Bolkiah Kejar Penyelesaian Batas Negara di Sarawak

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 00:37 WIB
Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah (kanan) bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Brunei Darussalam, Sabtu. (22/8/2026) (ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia)
Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah (kanan) bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Brunei Darussalam, Sabtu. (22/8/2026) (ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia)

 

PONTIANAK POST – Malaysia dan Brunei Darussalam mempercepat penyelesaian persoalan perbatasan darat kedua negara di kawasan Borneo, terutama sektor Sarawak. Para pemimpin kedua negara menargetkan seluruh batas darat yang belum tuntas dapat disurvei dan ditetapkan bersama paling lambat 2034.

Komitmen itu dibahas Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dalam pertemuan konsultasi tahunan kedua pemimpin di Brunei Darussalam, Sabtu (23/8).

Kementerian Luar Negeri Malaysia atau Wisma Putra menyatakan kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen menyelesaikan bagian-bagian batas darat yang belum disepakati berdasarkan berbagai perjanjian yang telah dicapai kedua negara.

Hingga kini, sekitar 264,791 kilometer atau 50 persen batas darat Malaysia-Brunei telah disurvei dan ditetapkan secara bersama.

Kedua pemimpin meminta proses tersebut terus dipercepat agar target penyelesaian seluruh batas darat pada 2034 dapat tercapai.

Sektor Sarawak-Brunei Dikebut

Salah satu bagian yang mendapat perhatian khusus adalah Sektor F-G, yang mencakup wilayah Sarawak dan Brunei Darussalam.

Untuk sektor tersebut, Malaysia dan Brunei sepakat menggunakan prinsip daerah aliran sungai atau watershed principle sebagai dasar penyelesaian.

Kedua negara juga berkomitmen menentukan satu daerah aliran sungai di Sektor F-G dan menyelesaikan penetapannya melalui survei paling lambat 31 Mei 2027.

Target tersebut mengacu pada Pertukaran Nota atau EON 2024.

Para pemimpin kedua negara kemudian meminta Komite Teknis Bersama mempercepat pekerjaan teknis di berbagai sektor yang masih belum terselesaikan, terutama wilayah yang dinilai menjadi prioritas.

Penyelesaian batas negara tidak hanya berkaitan dengan penentuan garis wilayah. Malaysia dan Brunei juga menekankan pentingnya memperkuat keamanan di kawasan perbatasan.

Kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama untuk menghadapi berbagai persoalan lintas batas, termasuk penyelundupan barang terlarang dan aktivitas ilegal lainnya.

Dengan kemajuan survei yang baru mencapai sekitar separuh dari keseluruhan batas darat, Malaysia dan Brunei masih memiliki pekerjaan panjang. Namun, kedua negara kini telah menetapkan tenggat waktu yang jelas untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Target 2027 menjadi tonggak penting bagi Sektor F-G, sementara seluruh batas darat Malaysia-Brunei ditargetkan tuntas pada 2034.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Batas Malaysia-Brunei Perbatasan Sarawak-Brunei Sultan Brunei Target 2034 anwar Ibrahim