Bukan Cuma Kabut Asap Tetangga, El Nino Bikin Singapura Diserbu Nyamuk dan Kecoak

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:27 WIB
Ilustrasi Nyamuk DBD
Ilustrasi Nyamuk DBD

 

PONTIANAK POST – Fenomena El Nino dan cuaca yang semakin panas dapat memperburuk kondisi sejumlah satwa liar di Singapura. Namun, perubahan lingkungan tersebut justru memberi keuntungan bagi hewan yang mampu beradaptasi dengan kehidupan perkotaan, termasuk nyamuk dan kecoak.

Dikutip dari Channel News Asia, kondisi panas dapat mempercepat siklus hidup dan perkembangbiakan nyamuk. Lingkungan tropis Singapura yang padat penduduk juga menyediakan banyak tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Cuaca Panas Jadi Keuntungan Nyamuk

Nyamuk menjadi salah satu spesies yang paling mampu memanfaatkan lingkungan perkotaan.

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) menyebut cuaca yang lebih panas dapat mempercepat siklus hidup dan perkembangbiakan nyamuk. Suhu yang meningkat juga dapat mempercepat perkembangan virus di dalam tubuh nyamuk.

"Cuaca yang lebih panas juga dapat mempercepat siklus hidup dan perkembangbiakan nyamuk, sekaligus meningkatkan kemampuan virus berkembang di dalam tubuhnya," kata NEA.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Singapura memiliki iklim tropis dan kepadatan penduduk yang tinggi. Kombinasi keduanya membuat nyamuk memiliki peluang untuk berkembang biak sepanjang tahun.

Satwa Liar Menghadapi Tekanan

Situasinya berbeda bagi sejumlah satwa liar yang bergantung pada kondisi lingkungan alami.

Cuaca panas dan perubahan pola iklim dapat membuat ketersediaan makanan, air, serta habitat menjadi lebih sulit diprediksi. Satwa yang tidak memiliki kemampuan beradaptasi tinggi terhadap lingkungan perkotaan dapat menghadapi tekanan lebih besar.

Sebaliknya, spesies yang telah lama hidup berdampingan dengan manusia memiliki keuntungan karena dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di kawasan permukiman.

Kecoak hingga Burung Ikut Beradaptasi

Selain nyamuk, kecoak merupakan salah satu hewan yang dikenal memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan perkotaan.

Ketersediaan makanan, tempat berlindung, dan kondisi lingkungan yang relatif stabil di sekitar bangunan membuat kecoak mampu bertahan ketika kondisi di luar ruangan berubah.

Burung seperti gagak dan merpati juga dapat memanfaatkan sumber makanan serta infrastruktur yang tersedia di kawasan perkotaan.

El Nino Mengubah Peta Risiko

Fenomena El Nino tidak memberikan dampak yang sama terhadap seluruh spesies.

Bagi sebagian satwa liar, panas dan perubahan kondisi lingkungan dapat menjadi tekanan tambahan. Namun, bagi spesies tertentu yang telah beradaptasi dengan kehidupan manusia, perubahan tersebut justru dapat membuka peluang untuk berkembang lebih cepat.

Karena itu, peningkatan suhu bukan hanya persoalan kenyamanan manusia. Perubahan cuaca juga dapat mengubah keseimbangan ekosistem perkotaan dan memengaruhi hewan yang hidup di dalamnya.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
cuaca panas ekstrem nyamuk Singapura kecoak satwa perkotaan el nino