Jepang Kekurangan Obat Sifilis, Ibu Hamil Diprioritaskan

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:49 WIB
Warga dan wisatawan berlalu lalang di pusat destinasi wisata populer Shibuya Crossing, Tokyo. (Antara)
Ilustrasi - Warga dan wisatawan berlalu lalang di pusat destinasi wisata populer Shibuya Crossing, Tokyo. (Antara)

 

PONTIANAK POST - Jepang menghadapi kekurangan obat sifilis berbasis penisilin ketika kasus infeksi penyakit menular seksual tersebut masih tinggi. Gangguan pasokan terjadi setelah produksi obat Steluis milik Pfizer terganggu akibat masalah pada fasilitas produksi.

Pengiriman obat tersebut diperkirakan baru kembali pada paruh kedua 2027, setelah fasilitas disiapkan dan menjalani pemeriksaan regulator.

Kasus Sifilis Jepang Terus Meningkat

Krisis pasokan obat terjadi ketika kasus sifilis di Jepang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah laporan kasus tercatat sekitar 6.000 kasus pada 2020. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi lebih dari 13.000 kasus pada 2025.

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan bakteri Treponema pallidum. Tanpa pengobatan yang tepat, infeksi dapat menimbulkan komplikasi serius dan juga ditularkan dari ibu kepada janin.

Baca Juga: Jepang Kirim Kapal Bawa 350 Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia

Penisilin Diprioritaskan untuk Ibu Hamil

Kondisi pasokan tersebut membuat organisasi profesi medis Jepang meminta tenaga kesehatan menggunakan obat penisilin secara tepat.

Japanese Society for Sexually Transmitted Infections (JSSTI) pada Agustus 2026 menerbitkan panduan mengenai penggunaan dan pemesanan antibiotik penisilin di tengah keterbatasan pasokan.

Japanese Association for Infectious Diseases kemudian memperbarui informasi tersebut pada September 2026.

Organisasi itu menyebut sediaan benzylpenicillin benzathine akan mengalami penghentian pengiriman setelah persediaan produsen habis.

Dalam kondisi terbatas, penggunaan obat harus diarahkan kepada pasien yang benar-benar membutuhkan.

Prioritas penting diberikan kepada ibu hamil karena pengobatan sifilis selama kehamilan berperan dalam mencegah infeksi pada janin.

Risiko Sifilis pada Janin

Sifilis dapat ditularkan dari ibu kepada janin melalui plasenta. Infeksi tersebut dapat meningkatkan risiko kelahiran mati dan kelahiran prematur.

Bayi yang mengalami sifilis kongenital juga dapat mengalami berbagai komplikasi, termasuk gangguan pada sistem saraf dan tulang.

Karena itu, pengobatan ibu hamil menjadi perhatian penting ketika pasokan obat penisilin mengalami gangguan.

Pedoman Japanese Society for Sexually Transmitted Infections menempatkan penisilin sebagai obat pilihan utama untuk pengobatan sifilis, kecuali terdapat kondisi khusus seperti alergi.

Baca Juga: Kapal Jepang Tiba di Kijing Rabu Ini: Bawa Tiga Chinook, Operasi Karhutla Dimulai 12 September

Produksi Obat Pfizer Terganggu

Masalah pasokan berkaitan dengan obat Steluis, yaitu sediaan benzylpenicillin benzathine yang dipasarkan Pfizer di Jepang. Pada Juli 2025, Pfizer melakukan penarikan sukarela terhadap Steluis 2,4 juta unit setelah ditemukan kontaminasi benda asing.

Pada November tahun yang sama, terjadi kerusakan peralatan produksi yang semakin menghambat proses pembuatan obat tersebut.

Pfizer memperkirakan pengiriman kembali dapat dilakukan pada paruh kedua 2027. Perusahaan perlu menyiapkan fasilitas produksi serta menjalani pemeriksaan regulator sebelum pasokan dapat dipulihkan.

Pasokan Antibiotik Menjadi Perhatian

Keterbatasan tersebut tidak hanya menjadi persoalan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan.

Japanese Association for Infectious Diseases juga mengingatkan tenaga medis agar melakukan penggunaan dan pemesanan secara tepat untuk mencegah penumpukan stok di tengah kondisi pasokan terbatas.

Kondisi itu menunjukkan bahwa meningkatnya kasus sifilis terjadi bersamaan dengan persoalan rantai pasok obat yang digunakan untuk penanganannya.

Dengan pemulihan pasokan diperkirakan baru berlangsung pada 2027, pengelolaan persediaan menjadi penting agar pasien yang membutuhkan tetap memperoleh terapi.*

 

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
obat sifilis Jepang kekurangan penisilin Jepang kasus sifilis Jepang penisilin ibu hamil sifilis kongenital