Houthi Kian Agresif di Laut Merah, Utusan Yaman PBB Peringatkan Ancaman terhadap Pelayaran dan Bab a

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 20:25 WIB
Arsip foto - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square di Sanaa, Yaman, pada 3 April 2026. (ANTARA/Mohammed Hamoud - Anadolu Agency /pri).
Arsip foto - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square di Sanaa, Yaman, pada 3 April 2026. (ANTARA/Mohammed Hamoud - Anadolu Agency /pri).
PONTIANAK POST- Eskalasi militer kelompok Houthi di pesisir barat Yaman kembali memicu kekhawatiran atas keamanan jalur pelayaran Laut Merah, terutama di sekitar Selat Bab al-Mandeb yang menjadi salah satu jalur strategis perdagangan internasional.

Utusan Yaman untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Abdullah al-Saadi memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa Houthi berupaya memperluas pengaruh militernya dan menciptakan kondisi baru di kawasan tersebut.

"Milisi Houthi terus meningkatkan eskalasi dan berupaya menguasai dan menciptakan kondisi baru di Laut Merah," kata Saadi dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB mengenai serangan Houthi terhadap Arab Saudi pada Kamis.

Menurut Saadi, peningkatan aktivitas militer tersebut secara langsung meningkatkan risiko terhadap pelayaran di Laut Merah. Ia secara khusus menyoroti kemungkinan Houthi menguasai Selat Bab al-Mandeb.

"Milisi Houthi mengancam pelayaran di Laut Merah," ujarnya.

"Kami mempertahankan Bab al-Mandeb sebagai bagian dari keamanan internasional dan regional," kata Saadi.

Ia mendesak Dewan Keamanan PBB mengutuk eskalasi militer Houthi serta mengambil langkah untuk menegakkan embargo senjata terhadap kelompok tersebut.

Saadi mengatakan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional selama bertahun-tahun telah mengedepankan perdamaian dan menahan diri agar konflik tidak semakin meluas.

Ia menegaskan pemerintah Yaman akan tetap menjalankan kewajibannya untuk melindungi rakyat serta mempertahankan institusi negara.

Peringatan itu disampaikan ketika pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi meningkat di sepanjang pesisir barat Yaman. Wilayah tersebut memiliki arti strategis karena menghadap Laut Merah dan berada dekat dengan Selat Bab al-Mandeb.

Dalam beberapa hari terakhir, Houthi dilaporkan bergerak maju di sepanjang pesisir barat. Media lokal juga melaporkan kelompok tersebut telah merebut Pulau Zuqar yang terletak di Laut Merah dan berada dekat kawasan Bab al-Mandeb.

Namun, laporan mengenai penguasaan Pulau Zuqar itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh Houthi maupun pasukan pemerintah Yaman.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi telah memperingatkan konsekuensi dari pergerakan militer di sekitar Selat Bab al-Mandeb.

Menteri Luar Negeri Yaman Afrah al-Zouba juga meminta Dewan Keamanan PBB mengambil "sikap yang jelas dan tegas" terhadap eskalasi Houthi serta risiko yang ditimbulkannya terhadap Yaman, kawasan dan Laut Merah.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi meningkat di sejumlah garis depan sejak awal Juli setelah kawasan tersebut relatif tenang selama beberapa tahun.

Konflik Yaman bermula ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi kemudian melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Selat Bab al-Mandeb yaman eskalasi houthi