Sekolah Terdampak Asap di Sarawak Kembali Dibuka Mulai 14 September Kecuali Serian dan Lubok Antu

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB
Salah satu dari ratusan sekolah di Sarawak, Malaysia yang ditutup sementara akibat jerebu atau kabut asap. Penutupan dijadwalkan pada 7-11 September 2026. (Utusan Sarawak)
Salah satu dari ratusan sekolah di Sarawak, Malaysia yang ditutup sementara akibat jerebu atau kabut asap. Penutupan dijadwalkan pada 7-11 September 2026. (Utusan Sarawak)

 

PONTIANAK POST - Sebanyak 12 Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Sarawak akan mengoperasikan kembali sekolah rendah dan menengah mulai Senin, 14 September. Sebelumnya, ratusan sekolah terpaksa ditutup sementara akibat kabut asap (jerebu).

Keputusan pembukaan kembali sekolah diambil setelah Jabatan Pendidikan Negeri (JPN) Sarawak memantau perkembangan Indeks Pencemar Udara (IPU) secara berkelanjutan.

Sekolah yang dibuka berada di bawah PPD Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Sri Aman, Kanowit, Julau, Meradong, Bintulu dan Tatau/Sebauh.

Namun, penutupan sementara sekolah di bawah PPD Serian dan PPD Lubok Antu masih dilanjutkan. Kedua wilayah tersebut baru dapat membuka kembali sekolah setelah mencatatkan IPU di bawah 200.

“Keputusan itu dibuat berdasarkan pemantauan bacaan IPU melalui Portal Rasmi Jabatan Alam Sekitar, iaitu Sistem Pengurusan Indeks Pencemar Udara (APIMS), serta laporan Jabatan Meteorologi Malaysia. Sebarang perubahan atau maklumat terkini akan dimaklumkan dari semasa ke semasa,” demikian pernyataan resmi Jabatan Pendidikan Negeri (JPN) Sarawak, Sabtu (12/9).

Baca Juga: 710 Sekolah di Sarawak Ditutup Sementara Akibat Kabut Asap  

Serian Catat IPU 258

Serian masih mencatatkan kualitas udara pada kategori sangat tidak sehat dengan IPU 258 hingga pukul 09.00 waktu setempat.

Serian menjadi kawasan dengan IPU tertinggi di Sarawak. Tebedu mencatat IPU 218, Lundu 217 dan Lubok Antu 217. Ketiganya juga berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Sementara itu, 13 kawasan lainnya mencatatkan IPU pada kategori tidak sehat. Sri Aman mencatat IPU 197, Samarahan 195, Kuching 191 dan Betong (MCAQM) 188.

Kanowit mencatat IPU 176, Bintulu 152, Sarikei 151, Samalaju 148 dan Mukah 118.

Sibu mencatat IPU 108, sedangkan Lawas berada pada angka 100.

Lima stasiun lainnya berada pada kategori sedang. Miri mencatat IPU 95, ILP Miri 83, Limbang 83, Kapit 78 dan Bario 61.

Ambang Batas IPU Menentukan Aktivitas Sekolah

JPN Sarawak mengingatkan sekolah menghentikan seluruh aktivitas luar ruangan yang melibatkan murid apabila IPU melebihi 100.

Sekolah di kawasan dengan IPU lebih dari 200 harus ditutup segera. Guru dan staf sekolah juga tidak perlu hadir apabila IPU melebihi 500.

Pembukaan kembali sekolah mengikuti ketentuan IPU di bawah 200. Persiapan dapat dilakukan jika tren pembacaan menunjukkan penurunan.

Penutupan sementara juga dapat dilakukan berdasarkan saranan Jawatankuasa Pengurusan Bencana Negeri Sarawak (JPBNS).

Baca Juga: Bakar Lahan Terbuka di Sarawak Bisa Didenda Rp435 Juta dan Dipenjara 5 Tahun

Masker akan Dibagikan kepada Murid

Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM) bersama Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) akan membagikan masker wajah dalam waktu dekat.

Bantuan tersebut ditujukan kepada murid, guru dan staf sekolah yang dinilai terdampak parah akibat kabut asap (jerebu).

JPN Sarawak juga meminta seluruh PPD dan institusi pendidikan memantau kegiatan yang dapat membuat murid terpapar cuaca panas atau jerebu.

Sekolah diminta memastikan ketersediaan air minum mencukupi.

Murid juga disarankan menggunakan masker dan lebih sering minum air untuk membantu mengendalikan suhu tubuh.

Perhatian Khusus untuk Murid Asrama

Untuk murid yang tinggal di asrama, sekolah diminta menyediakan air minum apabila kondisi kritis dan tidak tersedia sumber air lainnya.

Institusi pendidikan juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan kesehatan akibat jerebu.

JPN Sarawak meminta sekolah bekerja sama dengan klinik dan rumah sakit terdekat apabila terjadi komplikasi kesehatan pada murid.

Baca Juga: Asap Kalbar Menyeberang ke Sarawak, Udara Kuching dan Samarahan Berbahaya untuk Manusia

Orang Tua Boleh Tidak Mengantar Anak ke Sekolah

Di tengah kondisi jerebu yang masih melanda sejumlah lokasi, orang tua atau wali diperbolehkan tidak mengantar anak ke sekolah jika mengkhawatirkan kondisi kesehatannya.

Orang tua atau wali tetap diminta memberitahukan keputusan tersebut kepada pihak sekolah.

Seluruh institusi pendidikan di bawah JPN Sarawak juga diminta terus merujuk APIMS untuk memantau perkembangan IPU di wilayah masing-masing.

Pemantauan tersebut dilakukan sambil mengikuti saranan Kementerian Kesehatan dari waktu ke waktu.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Utusan Sarawak
IPU Sarawak Sekolah Sarawak Asap Sarawak sekolah Serian sekolah Lubok Antu