PONTIANAK POST – Penangkapan Phra Wachirayan Wi dan pasangan mesumnya Sika Ae mengguncang komunitas Buddha Thailand. Mantan kepala Biara Wat Phutthaisawan itu tidak hanya menghadapi tuduhan penggelapan dana umat, tetapi juga perkara pencucian uang dan pelanggaran berat disiplin kebiksuan.
Biksu yang dikenal sebagai Luang Pho Atichot atau Luang Pho Chot tersebut ditangkap Central Investigation Bureau (CIB) di kompleks kuil, Kamis (10/9) sekitar pukul 06.00 waktu setempat.
Wat Phutthaisawan bukan kuil biasa. Tempat ibadah yang berdiri sejak abad ke-14 tersebut merupakan salah satu situs bersejarah di Ayutthaya.
Berikut sepuluh kontroversi utama dalam kasus Phra Wachirayan Wi. Seluruh dugaan pidana masih harus dibuktikan melalui proses pengadilan.
1. Dana Umat Rp49 Miliar Diduga Diselewengkan
Polisi menduga Phra Wachirayan mengalihkan lebih dari 92 juta baht atau sekitar Rp49 miliar dana kuil. Penyelewengan diduga berlangsung selama lebih dari dua tahun.
Dilansir Dailynews Thailand, uang tersebut berasal dari donasi umat untuk kepentingan kuil. Polisi menjeratnya dengan dugaan penggelapan oleh pejabat dan penyalahgunaan kewenangan.
2. Terbitkan Tanda Terima Bermasalah
Penyidik menemukan lebih dari 20 tanda terima donasi yang diterbitkan menggunakan nama Wat Phutthaisawan. Namun, uang yang terkumpul diduga tidak masuk ke rekening resmi kuil.
Temuan itu menjadi salah satu pintu masuk penelusuran aliran dana. Polisi masih mendalami pihak yang menerbitkan, mencatat, dan menerima uang tersebut.
3. Dana Renovasi Diduga Dialihkan
Sekitar 89 juta baht dari jumlah tersebut semestinya digunakan untuk pembangunan dan renovasi kuil. Namun, polisi menduga uang itu dialihkan untuk kepentingan pribadi.
Dugaan tersebut menimbulkan kemarahan karena umat menyumbangkan uang untuk merawat tempat ibadah bersejarah. Polisi akan memeriksa apakah proyek yang dijanjikan benar-benar dilaksanakan.
4. Uang Jimat Ikut Dipersoalkan
Dana sekitar 2,8 juta baht yang berkaitan dengan pembuatan dan penjualan jimat Buddha juga masuk dalam penyelidikan. Phra Wachirayan dikenal melalui jimat dan koin keberuntungan yang populer di kalangan pengikutnya.
Penyidik menduga sebagian penerimaan tersebut tidak dibukukan sebagai dana resmi kuil. Polisi masih menelusuri jumlah jimat yang diproduksi dan hasil penjualannya.
5. Dijerat Dugaan Pencucian Uang
Kasus itu tidak berhenti pada dugaan penggelapan. Phra Wachirayan juga dituduh bersekongkol melakukan pencucian uang.
Dana kuil diduga ditransfer kepada pihak lain sebelum diubah menjadi berbagai bentuk aset. Pola itu sedang diperiksa untuk mengetahui apakah bertujuan menyembunyikan asal-usul uang.
6. Perempuan Dekat Turut Ditangkap
Polisi turut menangkap Punyavee Rungrueang, perempuan berusia 47 tahun yang dikenal dengan panggilan Sika Ae. Dia diduga menerima dan membantu menyamarkan dana yang dialihkan dari kuil.
Punyavee belum dinyatakan bersalah. Penyidik masih memeriksa rekening, transaksi, dan aset yang dikaitkan dengannya.
7. Rekaman Hubungan Intim Terungkap
Penyidik menyatakan rekaman kamera pengawas di kediaman kepala biara memperlihatkan kedekatan seksual Phra Wachirayan dan Punyavee. Rekaman tersebut kemudian beredar di media sosial Thailand.
Hubungan seksual merupakan pelanggaran berat terhadap Vinaya atau aturan kehidupan monastik Buddha. Polisi siber Thailand mengingatkan publik agar tidak menyebarkan rekaman tersebut karena dapat melanggar hukum.
8. Emas 16 Kilogram Ditemukan
Penggeledahan di enam lokasi menemukan uang tunai, emas batangan, perhiasan, jam tangan, jimat, dan dokumen tanah. Berat emas yang diamankan dilaporkan mencapai sekitar 16 kilogram.
Temuan itu menimbulkan pertanyaan mengenai sumber kekayaan seorang kepala biara. Namun, polisi menegaskan belum seluruh barang yang disita terbukti berasal dari tindak pidana.
9. Aset Rp114 Miliar Disita
Total nilai sementara aset yang diamankan mencapai sekitar 215 juta baht atau Rp114,4 miliar. Barang bukti itu mencakup uang tunai sekitar 144 juta baht dan 28 sertifikat tanah.
Polisi bersama Kantor Anti-Pencucian Uang Thailand masih memilah aset pribadi, harta milik kuil, dan barang yang diduga diperoleh dari penyelewengan. Penelusuran juga mengarah kepada satu atau dua pihak lain.
10. Jubah dan Jabatan Dicopot
Phra Wachirayan dibawa menghadap otoritas agama Buddha setelah ditangkap. Dia kemudian kehilangan status kebiksuan dan jabatan sebagai kepala Wat Phutthaisawan.
Pencopotan tersebut mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai biksu senior. Setelah melepas jubah, dia menjalani pemeriksaan pidana dengan nama sipil Chot.
Ujian Kepercayaan Umat
Kasus ini menjadi ujian bagi sistem pengawasan dana rumah ibadah di Thailand. Polisi berjanji menelusuri pihak lain yang diduga terlibat sekaligus mengembalikan aset yang terbukti menjadi milik kuil.
“Kami akan memperluas penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak lain yang terlibat dan memulihkan kepercayaan publik terhadap agama Buddha,” kata Komisioner CIB Nattasak Chaowanasai, dikutip The Straits Times.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro