Modi Jadi Pemimpin Dunia Pertama yang Tembus 100 Juta Pengikut di Instagram

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 18:59 WIB
Perdana Menteri India, Narendra Modi (Wikipedia)
Perdana Menteri India, Narendra Modi (Wikipedia)

 

PONTIANAK POST — Perdana Menteri India, Narendra Modi mencatat pencapaian 100 juta pengikut Instagram pada Februari 2026. Kantor berita India, PTI, melaporkan pada 26 Februari bahwa ia menjadi pemimpin dunia dan politisi pertama yang mencapai angka tersebut di Instagram, berdasarkan keterangan pejabat pemerintah.

Pencapaian itu menyusul akun X miliknya yang menembus 100 juta pengikut pada 14 Juli 2024. Dua tonggak tersebut menunjukkan besarnya jangkauan digital Perdana Menteri India itu, meski jumlah pengikut tidak otomatis mencerminkan dukungan politik.

Melampaui Trump dan Prabowo

Dalam laporan PTI pada 26 Februari 2026, Donald Trump memiliki 43,2 juta pengikut Instagram. Prabowo Subianto tercatat memiliki 15 juta, disusul Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dengan 14,4 juta.

Pemimpin Pengikut Instagram
Narendra Modi Menembus 100 juta
Donald Trump 43,2 juta
Prabowo Subianto 15 juta
Luiz Inacio Lula da Silva 14,4 juta
Recep Tayyip Erdogan 11,6 juta
Javier Milei 6,4 juta

Angka berdasarkan laporan PTI pada 26 Februari 2026, bukan jumlah pengikut terkini.

Berdasarkan angka tersebut, pengikut Modi sekitar 2,3 kali pengikut Trump dan 6,7 kali pengikut Prabowo. Gabungan lima pemimpin dalam daftar pembanding mencapai sekitar 90,6 juta, masih di bawah ambang 100 juta.

Foto Pertama dari KTT ASEAN

Perjalanan Instagram Modi dimulai pada 12 November 2014. Unggahan pertamanya berasal dari KTT ASEAN ke-25 di Nay Pyi Taw, Myanmar, menurut pengumuman resmi kantor perdana menteri.

Artinya, ia membutuhkan sekitar 11 tahun tiga bulan untuk mencapai tonggak 100 juta pengikut. Instagram melengkapi saluran komunikasi digital yang sebelumnya sudah digunakannya, termasuk Facebook dan Twitter.

Unggahan berikutnya memperlihatkan sisi yang lebih santai. Pada November 2014, Modi membagikan foto bersama Perdana Menteri Australia saat itu, Tony Abbott, dengan keterangan bahwa keduanya “menjadi fotografer”.

Dari Pertemuan Negara ke Bermain Gim

Contoh konten digital Modi mencakup kegiatan diplomasi hingga interaksi dengan komunitas anak muda. Pada April 2024, ia bertemu tujuh pemain gim dan kreator konten India, antara lain Naman Mathur, Payal Dhare, dan Tirth Mehta.

Dalam pertemuan itu, Modi ikut mencoba permainan komputer dan realitas virtual atau VR. Percakapan mereka juga membahas perkembangan industri gim dan pengalaman para kreator.

Momen tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan seorang kepala pemerintahan dapat dikemas menjadi tontonan yang akrab dengan keseharian pengguna internet. Namun, contoh konten itu saja belum cukup untuk menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan pengikut.

“Melodi” dari Swafoto Diplomatik

Salah satu momen yang ramai dibicarakan adalah video swafoto Modi bersama Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni di sela KTT G7 pada Juni 2024. Meloni membagikannya di X dan Instagram dengan sebutan “Melodi”.

Nama gabungan Meloni dan Modi itu menjadi bagian dari percakapan warganet tentang keakraban kedua pemimpin. Saat The Indian Express memberitakannya pada 15 Juni 2024, video tersebut telah memperoleh lebih dari 5,5 juta tayangan.

Momen serupa muncul pada Mei 2026 ketika Modi memberikan permen bermerek “Melody” kepada Meloni di Roma. Reuters melaporkan video ucapan terima kasih Meloni memicu meme dan respons sejumlah merek, sementara pemimpin oposisi Rahul Gandhi mengkritik waktunya di tengah tekanan ekonomi.

Rangkaian itu menunjukkan bagaimana interaksi diplomatik dapat berkembang menjadi percakapan budaya populer, sekaligus mengundang penilaian politik.

Ditopang Pasar Digital Besar

India memiliki basis pengguna internet yang sangat besar. Laporan Digital 2026: India dari DataReportal mencatat sekitar 1,03 miliar pengguna internet pada akhir 2025, setara 70 persen populasi.

Laporan yang sama mencatat sekitar 500 juta identitas pengguna media sosial pada Oktober 2025. Istilah “identitas pengguna” perlu diperhatikan karena tidak selalu mewakili jumlah orang yang berbeda.

Skala tersebut memberi konteks bagi peluang jangkauan akun tokoh India. Namun, data itu tidak menjelaskan komposisi pengikut Modi menurut negara, usia, atau pilihan politik.

Setara 6,8 Persen Penduduk

DataReportal, dengan merujuk data PBB, mencatat populasi India sekitar 1,47 miliar pada Oktober 2025. Jika dibandingkan secara matematis, 100 juta setara sekitar 6,8 persen dari jumlah tersebut.

Perbandingan itu hanya membantu membayangkan skala angka. Ia tidak berarti 6,8 persen warga India mengikuti Modi, sebab pengikutnya dapat berasal dari luar negeri dan satu orang bisa memiliki beberapa akun.

Demikian pula, 100 juta pengikut Instagram ditambah 100 juta pengikut X tidak membuktikan adanya 200 juta orang berbeda. Orang yang sama dapat mengikuti kedua akun tersebut.

Jumlah pengikut, tayangan, dan dukungan politik juga mengukur hal berbeda. Sebuah video dapat ditonton berulang, sementara seseorang dapat mengikuti akun untuk mencari informasi, mengkritik, atau sekadar memantau.

Akun Besar Tetap Rentan

Jangkauan digital Modi pernah berhadapan dengan persoalan keamanan. Pada Desember 2021, kantor perdana menteri menyatakan akun Twitter pribadinya sempat diambil alih dalam waktu singkat sebelum diamankan kembali. Twitter menyatakan telah melakukan langkah pengamanan setelah mengetahui insiden itu.

Kontroversi juga muncul dari lingkungan partainya. Pada Mei 2024, Komisi Pemilihan India meminta X menurunkan video animasi akun BJP Karnataka yang menggambarkan komunitas Muslim dan kelompok masyarakat lain dalam konteks persaingan politik. Unggahan itu berasal dari akun partai tingkat negara bagian, bukan akun pribadi Modi.

Reuters melaporkan Modi membantah tudingan bahwa dirinya dan partainya menargetkan Muslim demi keuntungan elektoral. Ia menyatakan pemerintahannya tidak melakukan diskriminasi.

Bagi pembaca, besarnya angka pengikut tetap perlu dibaca bersama sumber, tanggal, dan konteks unggahan. Konten yang menarik perhatian belum tentu menjadi ukuran keberhasilan kebijakan atau gambaran utuh pandangan masyarakat.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Narendra Modi 100 juta pengikut Instagram Narendra Modi Instagram Prabowo diplomasi digital konten viral Modi