PONTIANAK POST - Dulu, bustier identik sebagai pakaian dalam yang berfungsi menopang dan membentuk tubuh.
Item ini kerap menjadi “kerangka” gaun atau atasan agar jatuhnya lebih pas dan rapi di tubuh pemakainya. Namun, waktu mengubah segalanya.
Kini, bustier tak lagi sekadar tersembunyi di balik lapisan pakaian. Ia tampil ke permukaan, menjadi fashion item utama yang mencuri perhatian.
Baca Juga: Kardigan Plaid Jadi Pilihan Fashion Stylish Saat Cuaca Dingin
Sebenarnya, transformasi bustier sebagai luaran bukan hal baru. Tren ini sudah mulai terlihat sejak awal 2000-an lewat estetika Y2K.
Pada masa itu, banyak selebritas Hollywood dan diva pop tampil percaya diri hanya dengan bustier sebagai atasan, atau memadukannya dengan kemeja dan baju lengan panjang.
Seiring pergeseran fungsi, material bustier pun ikut berevolusi.
Jika dulu identik dengan kain tipis dan spons seperti lingerie, kini bustier hadir dalam berbagai bahan: kulit, denim, hingga kain lembut seperti katun, sutra, dan satin.
Baca Juga: Panduan Fashion untuk Tampil Segar dan Awet Muda: Warna, Gaya, dan Postur yang Tepat
Meski begitu, struktur khasnya tetap dipertahankan dengan tambahan boning atau material kaku untuk membentuk siluet tubuh.
Popularitas bustier kembali meroket seiring bangkitnya tren Y2K.
Selain itu, meningkatnya kesadaran akan kebebasan berekspresi dalam berpakaian membuat semakin banyak perempuan percaya diri mengenakan bustier sebagai luaran.
Di Indonesia, bustier kini mudah ditemui dalam berbagai kesempatan. Mulai dari konser outdoor, hangout santai di sore hari, hingga acara semi-formal.
Baca Juga: Lyodra Ginting Ceritakan Pengalaman Ikut Fashion Show di Jepang
Gaya pemakaiannya pun semakin beragam, termasuk sentuhan etnik.
Penyanyi Yura Yunita, misalnya, kerap memadukan bustier dengan atasan brokat dan kain tradisional, menciptakan tampilan yang unik sekaligus modern.
Menurut Ciawita Lautama, dosen Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya, tren ini juga dipengaruhi oleh konsep body positivity.
Bustier yang sangat fitted kini dikenakan oleh berbagai bentuk tubuh.
“Sekarang, siapa pun bisa memakai bustier, apa pun bentuk tubuhnya,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Workshop Trend Fashion 2026, Dorong Tren Fesyen Lokal Lewat Ekonomi Kreatif
Lebih dari sekadar pakaian, bustier juga menjadi simbol. Dulu tersembunyi sebagai dalaman, kini tampil terbuka sebagai bentuk ekspresi diri.
Bustier merepresentasikan kontrol dan otoritas pemakainya terhadap tubuhnya sendiri.
Tak heran jika desain bustier kini semakin eksploratif. Warna-warna mencolok, detail dekoratif, hingga potongan cropped semakin memperkaya pilihan gaya.
Dari yang klasik hingga modern, bustier memberi ruang luas untuk tampil tegas, berani, dan penuh percaya diri. (*)
Editor : Chairunnisya