Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jorts Kembali Tren, Gaya Denim Pendek Era 2000-an Digemari Anak Muda

Chairunnisya • Jumat, 24 April 2026 | 17:12 WIB
Artis Hollywood mengenakan celana pendek (DOK JAWAPOS)
Artis Hollywood mengenakan celana pendek (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Gaya busana selalu berputar, dan tren lama kerap kembali dengan sentuhan baru. Salah satunya adalah jorts, celana denim pendek khas era 2000-an yang kini kembali digemari anak muda.

Tren Y2K atau gaya awal 2000-an kembali mencuri perhatian dalam dunia fashion. Selain material berkilau, kaus bermotif, dan bustier, jorts atau jean shorts menjadi salah satu item yang banyak dipilih.

Celana berbahan denim dengan panjang sekitar lutut ini kini tampil sebagai pilihan kasual yang populer di kalangan anak muda.

Dalam penggunaannya, jorts lebih cocok dikenakan untuk aktivitas santai. Celana ini umumnya dipakai saat hangout, seperti berjalan-jalan ke mal, berkumpul bersama teman, menonton konser, hingga bersantai di kafe.

Baca Juga: Tak Lagi Sekadar Dalaman, Bustier Kini Jadi Outfit Utama yang Berani dan Ekspresif

Dengan panjang yang hanya mencapai lutut, jorts memang tidak dirancang untuk acara formal atau suasana kantor.

Bahan denim sendiri dikenal sebagai material yang tidak lekang oleh waktu. Sejak populer di kalangan selebritas pada dekade 1990-an, denim tetap bertahan hingga awal 2000-an, termasuk melalui tren jorts.

Potongan jorts yang lurus juga membuatnya bersifat uniseks, sehingga dapat dikenakan oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin dan gender.

Dari sisi kenyamanan, jorts dinilai lebih unggul dibandingkan celana pendek yang lebih pendek seperti hot pants.

Panjangnya yang menutupi hingga lutut tetap memberi ruang gerak yang leluasa. Hal ini membuat jorts cocok bagi mereka yang aktif, tetapi tetap ingin tampil santai tanpa terasa terlalu terbuka.

Sempat Dianggap Tidak Pantas dalam Sejarah

Secara historis, jorts sudah dikenal sejak dekade 1960–1970-an. Pada masa itu, mengenakan celana pendek di ruang publik sempat dianggap tidak pantas.

Namun, semangat kebebasan anak muda pada akhir 1960-an dan awal 1970-an mendorong perubahan tersebut.

“Masyarakat mulai merombak panjang celana jin mereka untuk membuat celana pendek,” ujar kolumnis Vogue, Hannah Jackson, dikutip dari Jawapos.

Karakter jorts yang lahir dari semangat muda dan kebebasan membuatnya identik dengan nuansa youthful.

Baca Juga: Kardigan Plaid Jadi Pilihan Fashion Stylish Saat Cuaca Dingin

Siapa pun yang mengenakannya cenderung terlihat lebih santai dan muda, sejalan dengan citra celana pendek yang sering dikaitkan dengan usia remaja.

Sejumlah pengamat fashion bahkan memasukkan jorts sebagai tren musim panas. Lauren Tappan dari Marie Claire menyebut potongan jorts mampu memberikan kenyamanan saat cuaca panas.

“Baggy jeans atau celana yang panjangnya menyentuh lantai bakal terlalu panas untuk musim ini,” ujar Tappan dalam artikelnya beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut juga relevan untuk Indonesia. Cuaca yang cenderung panas, ditambah kondisi jalanan yang kadang basah oleh hujan, membuat celana panjang berbahan denim terasa kurang praktis untuk aktivitas santai.

Baca Juga: Dari Lembah Kapuas Hulu, Tenun Iban Memikat Jakarta Fashion Week 2026 dengan Elegan

Jorts pun menjadi alternatif yang lebih nyaman dan sejuk, setidaknya untuk bagian kaki.

Selain itu, jorts mudah dipadukan dengan berbagai jenis atasan. Dengan potongan lurus dan warna netral seperti biru, abu-abu, hitam, dan putih tulang, celana ini bisa dikenakan bersama kemeja, blazer, kaus, cropped top, hingga tank top.

Kombinasi tersebut membuat jorts tetap terlihat stylish dalam berbagai kesempatan kasual. (*)

Editor : Chairunnisya
#fashionable #Fashion #Jelita