PONTIANAK POST - Musim tren memang selalu berputar, dan gaya Y2K kembali membuktikan pengaruhnya di dunia fashion.
Masih dalam momen berjayanya kembali tren Y2K atau gaya yang populer pada era 2000-an awal, Generasi Z atau bahkan milenial mencoba berbagai fashion item dari era tersebut.
Salah satu yang juga menarik perhatian adalah baby tee. Yakni, kaus berukuran pas badan, lengan pendek, dan panjang hanya mencapai pinggang atau perut.
Baca Juga: Tren Fashion Atasan Zipper, Perpaduan Praktis dan Tampilan Lebih Elegan
Sebenarnya, tren ini mulai mengemuka kembali sekitar 2023. Karena desain baby tee yang cenderung basic, tren ini tetap diminati hingga sekarang.
Bukan tidak mungkin baby tee akan semakin diminati tahun ini.
Tagar #Y2K
Awalnya, baby tee mulai terkenal di media sosial. Tagar #Y2K yang populer membuatnya kerap muncul di linimasa para pengguna media sosial, seperti TikTok dan Instagram.
Baca Juga: Kardigan Plaid Jadi Pilihan Fashion Stylish Saat Cuaca Dingin
Para selebritas seperti Charli XCX, Bella Hadid, Jennie, dan Kendall Jenner pun ramai-ramai memakainya sehingga baby tee semakin mendapat sorotan.
Tren Androgyny
Kehadiran baby tee, seperti yang dikatakan oleh kolumnis Vogue Joy Montgomery, merupakan alternatif dari tren androgyny.
Menonjolkan lekuk tubuh dan femininitas, baby tee cocok bagi mereka yang penuh percaya diri.
“Baby tee berteriak keras dan bangga, ditambah dengan tulisan atau slogan yang mencolok di bagian depan,” ujar Montgomery, dikutip dari Jawapos.
Cocok dengan Cuaca Indonesia
Secara desain, baby tee juga cocok untuk kondisi cuaca Indonesia yang bisa terasa gerah.
Baca Juga: Jaket Suede, Perpaduan Elegan dan Santai yang Kian Digemari
Berbahan katun dan dengan bukaan yang cukup, baby tee menawarkan kenyamanan untuk sehari-hari. Cocok untuk bepergian, acara kasual, pergi ke konser, atau bahkan dipakai di rumah.
Padu Padan Celana Baggy
Padu padan baby tee pun tidak sulit. Celana baggy, yang juga kembali digemari lantaran fenomena tren Y2K, adalah padanan paling aman dan populer.
Rok hipster yang juga khas Y2K bisa menjadi pilihan lain untuk gaya yang lebih feminin. (*)
Editor : Chairunnisya