Batik Marunda Padukan Budaya Betawi dan Gaya Modern dalam IFW 2026

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:41 WIB
Gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) pada hari kedua Kamis (30/7) lalu di Plenary Hall Jakarta International Convention Center. (INDONESIA FASHION WEEK 2026/DOK JAWAPOS)
Gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) pada hari kedua Kamis (30/7) lalu di Plenary Hall Jakarta International Convention Center. (INDONESIA FASHION WEEK 2026/DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Fashion tidak hanya berbicara tentang tren dan tampilan, tetapi juga dapat menjadi cara untuk menceritakan sejarah serta identitas sebuah daerah.

Hal itu ditunjukkan Irma Dharma Sinurat melalui jenama Batik Marunda yang tampil dalam gelaran Indonesia Fashion Week (IFW).

Dilansir dari Jawapos, pada hari kedua IFW, Kamis (30/7)lalu , di Plenary Hall Jakarta International Convention Center, Irma menghadirkan perpaduan batik khas Betawi dengan sentuhan gaya modern melalui koleksi bertema Sampir Jakarta.

Baca Juga: Halter Top Kembali Tren, Pilihan Atasan Nyaman untuk Cuaca Panas dan Gerah

Sampir Jakarta Jadi Inspirasi Koleksi Batik

Melalui koleksi tersebut, Irma ingin menyampaikan cerita tentang sampir yang menjadi bagian dari identitas budaya Jakarta.

“Sampir dikenakan hangat di bahu sebagai simbol kota selama berabad-abad memberi ruang bagi siapa saja untuk datang, bertumbuh, dan menjadi bagian dari kisah Jakarta,” kata Irma lewat pernyataan tertulis.

Sampir menjadi simbol keterbukaan Jakarta sebagai kota yang terus berkembang dan menjadi tempat bertemunya berbagai latar belakang masyarakat.

Baca Juga: Billy Tjong Rayakan 25 Tahun Karier Lewat Koleksi Fuchsia di JF3 Fashion Festival 2026

Motif Batik Tampilkan Identitas Jakarta

Koleksi Batik Marunda menampilkan berbagai ciri khas Jakarta melalui ragam ornamen batik. Motif yang dihadirkan menggambarkan berbagai identitas kota, mulai dari flora, fauna, seni, hingga landmark Jakarta.

Melalui pendekatan tersebut, Irma mencoba menghadirkan batik yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa cerita mengenai kota dan budaya yang melatarbelakanginya.

Libatkan Perempuan Rusunawa Marunda

Dalam proses penciptaan motif, Irma tidak hanya bekerja sendiri.

Baca Juga: Barn Jacket, Jaket Klasik Pekerja yang Kini Jadi Tren Fashion Harian

Ia menggandeng para perempuan penghuni Rusunawa Marunda yang sebelumnya telah mengikuti pembelajaran membatik tulis melalui program pemberdayaan masyarakat.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa industri fashion dapat berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan masyarakat.

Melalui Batik Marunda, budaya tidak hanya dipertahankan melalui karya visual, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses kreatif.

Fashion sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Kehadiran Batik Marunda di panggung Indonesia Fashion Week memperlihatkan bagaimana fashion dapat menjadi media untuk memperkenalkan budaya lokal dalam kemasan yang lebih modern.

Baca Juga: Dari Blus hingga Blazer, Peplum Kembali Jadi Favorit Pecinta Fashion

Perpaduan antara motif khas Jakarta, konsep kontemporer, serta keterlibatan masyarakat menjadikan koleksi ini tidak hanya berbicara mengenai busana, tetapi juga tentang cerita, identitas, dan keberlanjutan budaya.

Melalui karya tersebut, Irma Dharma Sinurat menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi jembatan antara tradisi dan perkembangan zaman sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. (*) 

Editor : Chairunnisya
Batik Marunda Indonesia Fashion Week batik Betawi Sampir Jakarta Irma Dharma Sinurat