Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BPBD Tinjau Lokasi Banjir Bandang Labian Ira’ang

Salman Busrah • Sabtu, 16 Mei 2020 | 10:33 WIB
PENINJAUAN: Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan saat melakukan kunjungan kerja meninjau lokasi perkebunan ubi kayu di Desa Sekubah dan Desa Benuis, Kecamatan Selimbau, beberapa waktu lalu. HUMPRO SETDA FOR PONTIANAK POST
PENINJAUAN: Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan saat melakukan kunjungan kerja meninjau lokasi perkebunan ubi kayu di Desa Sekubah dan Desa Benuis, Kecamatan Selimbau, beberapa waktu lalu. HUMPRO SETDA FOR PONTIANAK POST
LANJAK – Beberapa kerusakan yang terjadi akibat bencana banjir bandang di Dusun Bakul, Desa Labian Ira'ang, Kecamatan Batang Lupar, akan diusulkan perbaikannya pada tahun anggaran 2021 nanti.

Janji tersebut diungkapkan Gunawan, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, saat bertandang ke dusun tersebut, Rabu (13/5).

"Meskipun kita tidak tahu berapa jumlah kerugian yang diakibatkan musibah tersebut" ujar Gunawan, Jumat (15/5) di Putussibau.

Dua hari sebelumnya dia langsung memimpin peninjauan ke lokasi musibah yang terjadi pada 17 April lalu tersebut. Dalam peninjauan itu, dia didampingi Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi serta kepala desa setempat.

"Sebelumnya kita mendapatkan laporan dari Kades Labian Iraang atas musibah bencana banjir bandang tersebut. Makanya kita turun langsung kelokasi untuk melihat langsung apa yang terjadi," terang Gunawan, Jumat (15/5). Dijelaskan Gunawan, dalam peninjauan pihaknya di lapangan, sekaligus dilakukan pendataan terhadap item yang terdampak banjir bandang.

"Dari pendataan dan apa yang disampaikan oleh Kades, memang ada beberapa kerugian yang ditimbulkan akibat musibah tersebut seperti rusaknya tambatan perahu, tanaman kebun sayur gagal panen dan lainnya," kata dia.

Gunawan juga mengingatkan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, selain waspada terhadap musibah banjir juga harus waspada terhadap musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Soalnya dari prediksi dari BMKG dan Kementerian Lingkungan Hidup pada bulan Juni – Agustus 2020 akan terjadi musim kemarau dan disinilah akan terjadi karhutla," ungkap mantan Camat Batang Lupar ini.

Kendati di Kapuas Hulu titik apinya sedikit, mereka tidak mau lengah terhadap musibah tahunan ini. Karenanya, untuk mencegah karhutla, pihaknya akan memberikan Surat Edaran kepada camat terkait persiapan penanggulangan bencana kkarhutla pada tahun 2020. Tentunya mereka akan segera membentuk Satgas Karhutla Kabupaten.

"Untuk itu kita mengimbau pada masyarakat agar dapat berhati - hati pada musim kemarau nanti," tuntas Gunawan. (dRe)


Editor : Salman Busrah
#Kapuas Hulu