Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabup Minta Dukungan Warga Terdampak

admin2 • Kamis, 6 Mei 2021 | 10:27 WIB
PENYERAHAN KUM: Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Mohd Zaini menyerahkan bantuan Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli Bank Kalbar kepada pelaku UKM usai video conference pengukuhan TPAKD, Rabu (27/10). HUMPRO SETDA FOR PONTIANAK POST
PENYERAHAN KUM: Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Mohd Zaini menyerahkan bantuan Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli Bank Kalbar kepada pelaku UKM usai video conference pengukuhan TPAKD, Rabu (27/10). HUMPRO SETDA FOR PONTIANAK POST
PUTUSSIBAU – Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat berharap kepada masyarakat yang tanahnya terdampak pembangunan flyover atau jalan layang Kalis – Putussibau untuk memberi dukungan. Harapan tersebut disampaikan Wabup saat meninjau titik lokasi banjir sepanjang Kalis – Putussibau, kemarin (5/5).

Dijelaskan dia juga bahwa masyarakat yang tanahnya terdampak pembangunan tidak perlu khawatir, karena akan dibangun jalan akses untuk memperlancar aktivitas masyarakat. Wabup optimistis terkait anggaran pembangunan flyover tidak ada kendala, karena dananya sudah standby.

"Saya sudah bertemu langsung dengan Kepala Balai, PJN, bahwa beliau menyatakan sudah siap. Sebentar akan dilelang," kata Wabup.

Selain itu, kata Wabup, pihak Bappenas menyatakan ke depan akan lebih besar pembangunannya jika proyek flyover ini terlaksana dengan baik.

"Untuk itu saya mohon dukungan kita semua, karena ini menjadi salah satu upaya kita mencari jalan keluar dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di jalan antara Kalis – Putussibau ini," ucap Wabup.

Lebih lanjut Wabup menyampaikan, pembangunan flyover merupakan alternatif yang paling tepat untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di ruas nasional tersebut. Pasalnya solusi peningkatan jalan, diakui dia, tidak memungkinkan, karena lokasi tersebut memiliki kedalaman gambut yang cukup dalam.

"Kalau kita aspal terus setiap tahun, maka konstruksi jalan tetap turun, contoh yang ada sekarang. Maka sayang juga anggaran habis untuk pemeliharaan terus, kalau flyover bebas hambatan, jangka panjang bahkan seumur hidup digunakan," tegas Wabup.

Dikatakan Wabup, ruas jalan nasional Kalis – Putussibau itu merupakan akses utama masyarakat jalur selatan menuju ibukota kabupaten. Selain itu, diai menambahkan, menjadi jalur utama untuk proses distribusi barang dari Pontianak menuju Putussibau.

"Sekali lagi saya mohon dukungan agar pembangunan ini terlaksana, ini jalan utama, kasihan masyarakat kalau banjir terus. Masyarakat tidak bisa melintas, banyak terkendala arus pergerakan barang dan orang jadi terhambat, seperti yang sering terjadi," ucap Wabup.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu dipastikan Wabup terus mengawal rencana pembangunan jalan layang pada ruas jalan nasional antara Kalis – Putussibau. Rabu (5/5) Wabup didampingi Kepala Dinas PU, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Kapuas Hulu Ana Mariana beserta sejumlah OPD meninjau titik lokasi banjir.

Hadir perwakilan Perwakilan Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) wilayah III, Provinsi Kalbar. Hadir juga Camat beserta Forkopimcam, kepala desa dari dua kecamatan.

Pada kesempatan tersebut Wabup juga mengadakan dialog bersama sejumlah masyarakat pemilik tanah di lokasi rencana pembangunan flyover.

"Untuk itu saya datang langsung, dan ingin berkomunikasi dengan masyarakat, bagaimana pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar nantinya," kata Wabup.

Seperti yang disampaikan PPK Satker PJN wilayah III Provinsi Kalbar Daniel bahwa, penanganan ruas jalan Kalis – Putussibau itu jauh sebelumnya sudah dilakukan beberapa kajian, bahkan pernah diusulkan untuk pembangunan sistem mortar busa.

"Pernah program mortar busa, material ringan, dari Dirjend di Jakarta ditolak, tahun 2018 sempat kontrak namun gagal karena tidak berani melaksanakan, karena untuk mortar busa bisa dilaksanakan ketika kedalaman gambut sekitar 9 meter," kata dia.

Namun karena di lokasi jalan Kalis – Putussibau itu sudah dilakukan kajian dengan pengeboran tanah untuk mengukur kedalaman gambut, ternyata, diungkapkan dia, mencapai 16 meter. Akibatnya, dia menambahkan, sistem mortar busa pun menurut Dirjend tidak efektif.

"Maka keluarlah alternatif jalan tol. Jadi saya sampaikan bahwa flyover bukan program gagah-gagahan, ini kebutuhan, menjadi solusi tepat untuk menangani banjir di tanah gambut. Karena flyover kita siapkan kedalaman tiang 20 – 25 meter," jelasnya. (dRe) Editor : admin2
#Wabup #Dukungan #minta