Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Puluhan Rumah Warga di Kapuas Hulu Terendam Banjir

A'an • Kamis, 14 September 2023 | 11:15 WIB
RUMAH RENDAM: Banjir akibat curah hujan tinggi melanda warga perbatasan di Desa Laja Sadang, Kecamatan Empanang. Banjir tersebut setidaknya merendam 25 unit rumah warga di desa tersebut. ISTIMEWA
RUMAH RENDAM: Banjir akibat curah hujan tinggi melanda warga perbatasan di Desa Laja Sadang, Kecamatan Empanang. Banjir tersebut setidaknya merendam 25 unit rumah warga di desa tersebut. ISTIMEWA

PUTUSSIBAU – Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi, Selasa (12/09) membuat 25 unit rumah warga perbatasan di Desa Laja Sandang, Kecamatan Empanang, terendam. Informasi tersebut dibenarkan Gunawan, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu.

Gunawan menyampaikan bahwa banjir besar terjadi di wilayah Desa Laja Sandang, 11 September lalu, sehingga membuat sejumlah warga perbatasan terkena dampaknya.

"Lokasi banjir besar ini terjadi di Jalan Lintas, Dusun Seridan, Desa Laja Sandang, Kecamatan Empangau, yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu," katanya, Rabu (13/09).

Gunawan mengatakan, sedangkan akibat banjir yang terjadi mengakibatkan 25 rumah terendam, sehingga membuat warga merasa cemas. Akibatnya, dia menambahkan, membuat aktivitas warga terhenti, aktivitas belajar mengajar juga terhenti dikarenakan akses jalan terendam banjir.

"Jadi banjir besar dimulai pada Senin, 11 September 2023, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, dan banjir ini diakibatkan curah hujan yang tinggi, sehingga membuat banjir dengan kedalaman air 80 centimeter," ucapnya.

Gunawan juga memastikan, kejadian banjir tersebut tidak ada memakan korban jiwa dan hanya sejumlah rumah terendam.

"Kami sudah melakukan penanganan banjir disana dan evakuasi barang-barang berharga warga," tuturnya.

Hasil pantauan di lapangan bahwa cuaca di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu memang baru-baru ini sering terjadi hujan, sehingga membuat sejumlah debit air di sungai meluap sampai merendam ruas jalan dan pemukiman warga. Namun, biasanya kondis banjir tersebut tidak terlalu lama paling satu hari sudah berangsur surut.

Terakhir banjir melanda wilayah perhuluan Kapuas Hulu, tepatnya tiga desa di Kecamatan Batang Lupar, 8 Juli lalu. Kejadian banjir tersebut terekam dalam video warga yang akan melintasi jalan nasional-jalan Lintas Utara Kabupaten Kapuas Hulu.

Camat Batang Lupar Alexius Bulin menjelaskan, ketiga desa yang terlanda banjir diantaranya Desa Labian, Desa Sungai Ajung, dan Desa Setulang.

“Untuk sementara belum dipastikan berapa rumah yang terdampak dan berapa jumlah kerugian yang dialami,” katanya,  Minggu (09/07).

Bulin mengatakan, akibat banjir tersebut, Kantor Desa Setulang, dan beberapa rumah penduduk serta bangunan BUMD di Desa Labian terendam banjir.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan membenarkan jika terjadi banjir yang menimpa tiga desa kecamatan Batang Lupar.

"Terdapat Banjir di tiga desa yaitu Desa Labian, Desa Sungai Ajung dan Desa Setulang Kecamatan Batang Lupar, 8 Juli 2023. Terdampak Kantor Desa setulang terendam banjir. Beberapa rumah penduduk, bangunan BUMD di Desa Labian. Dan longsor tepi jalan menimbun sedikit bahu jalan di Desa Sungai Abau. Sementara belum dipastikan berapa rumah terdampak dan kerugian," ujarnya.

Gunawan pun  meminta agar desa membentuk tim siaga bencana terutama daerah rawan bencana banjir.

"Desa perlu membentuk tim siaga bencana agar kita dapat kolaborasi dalam penanganan bencana alam," ucapnya.

Gunawan menyampaikan, secara umum tim siaga bencana di desa dapat segera melaporkan kejadian bencana, sehingga data segera dapat diterima terutama terkait dampak bencana.

Selain itu, desa juga dapat menganggarkan sesuai skala prioritas dalam penanganan bencana. Prinsipnya bencana adalah urusan bersama artinya perlu kolaborasi dan sinergitas semua pemangku kepentingan.

Terkait bencana banjir, di Kecamatan Batang Lupar, Gunawan menjelaskan Tim BPBD Kapuas Hulu kemarin sudah berada di lokasi melakukan monitoring dan pendataan bersama pihak desa setempat.

"Kondisi banjir di Kecamatan Batang Lupar berangsur surut, karena memang banjir di daerah itu tidak lama, tetapi masyarakat mesti waspada banjir susulan," kata Gunawan.

Dia mengatakan pihaknya juga sudah melaporkan bencana tanah longsor di sekitar jalan nasional ke Satgas Bencana Provinsi Kalimantan Barat untuk selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Kementerian PUPR, karena hal tersebut merupakan jalan nasional. (fik)

Editor : A'an
#Kapuas Hulu #rumah warga terendam #Desa Laja Sandang #Curah Hujan Tinggi #banjir