BUPATI Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyikapi keluhan dari masyarakat perhuluan Sungai Kapuas wilayah Kecamatan Putussibau Selatan, terkait sistem penyaluran bahan bakar minyak (BBM).
"Saya tidak terlalu paham, terkait sistem penyaluran BBM dari Pertamina ke SPBU, di mana Pertamina memang sesuai kuota yang disalurkan ke SPBU di Kapuas Hulu," katanya, Senin (13/11).
Bupati mengatakan kalau dirinya sering menyampaikan ke masyarakat Kapuas Hulu, untuk sama-sama mengawasi proses penyaluran BBM di SPBU ke masyarakat.
"Perlu adanya penyalur resmi untuk mengakomodir masyarakat misalnya di daerah Hulu Kapuas, nanti kita kaji kalau memungkinkan ada satu kios yang akan menyalurkan ke Hulu Kapuas,” ucapnya
Bupati juga menyampaikan bahwa SPBU milik Pemda Kapuas Hulu masih berstatus APMS, di mana BBM jenis solar dibatasi oleh Pertamina. "Kalau BBM jenis Pertalite tidak dibatasi," ujarnya.
Pastinya kata Bupati, Pemda Kapuas Hulu mendukung jika ada Badan Usaha Milik Desa yang siap melakukan penyaluran BBM untuk masyarakat di wilayah yang memang sulit mendapatkan BBM.
Sebelumnya, para tokoh masyarakat wilayah perhuluan Sungai Kapuas, Kecamatan Putussibau Selatan, melakukan audensi ke DPRD Kapuas Hulu, untuk menyampaikan sejumlah persoalan, di antaranya adalah terkait sulitnya mendapatkan BBM.
Di mana BBM ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di perhuluan Sungai Kapuas, untuk berladang, hilir mudik masyarakat, kerja emas tradisional, dan lainnya.
Mereka berharap Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, untuk menjamin keamanan masyarakat adat dalam pembelian BBM, serta memberikan kuota khusus kepada masyarakat adat yang berada di Hulu Kapuas, untuk kebutuhan transportasi dan kebutuhan harian masyarakat. (fik)
Editor : A'an