PUTUSSIBAU – Akibat banjir yang terjadi di Kota Putussibau membuat seorang ibu dan anak terpaksa dievakuasi Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu karena, Selasa malam (05/12).
"Ibu dan anaknya itu hendak pindah ke Kedamin tempat keluarganya karena tempat tinggalnya sudah terendam banjir, sehingga kami pun bantu evakuasi," kata Yanto Susanto, kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (06/12).
Yanto menjelaskan jika proses evakuasi dilakukan sekitar 20 menit pada pukul 22.00 WIB.
Warga terdampak banjir tersebut merupakan seorang perempuan bernama Afrida Dewi Bastiana (39) bersama dua orang anaknya.
Dia berasal dari Kota Pontianak dan bekerja sebagai pegawai di Pengadilan Negeri Putussibau.
Afrida tinggal di daerah Dogom, Kota Putussibau, dan tempat tinggalnya terendam banjir.
"Kami evakuasi menggunakan perahu dan satu unit mobil yang akan mengungsi ke tempat keluarganya di Kedamin," ujar Yanto.
Sementara Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan meminta warga agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap banjir besar.
"Kami minta warga agar siaga terhadap banjir besar, karena intensitas curah hujan tinggi dapat mengakibatkan Sungai Kapuas meluap," katanya.
Menurut Gunawan, beberapa desa dan sejumlah dataran rendah di Kabupaten Kapuas Hulu sudah terendam banjir, yang terjadi sejak Kamis (30/11) lalu.
Meskipun kondisi banjir pasang mulai surut, namun Gunawan mengingatkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir besar seperti yang terjadi pada 2021 lalu akan terulang.
Prediksi tersebut dilontarkan dia, demi melihat kondisi debit air Sungai Kapuas saat ini yang tinggi.
"Sebetulnya sudah beberapa desa dan kecamatan terendam banjir, kami masih mengumpulkan data," kata Gunawan
Dari pantauan BPBD Kapuas Hulu sendiri saat ini banjir telah merendam daerah Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir, Desa Tanjung Jati, dan daerah hulu sungai di Kecamatan Putussibau Selatan.
"Daerah Teluk Barak kedalaman air diperkirakan kurang lebih mencapai 1,5 meter," ucapnya.
Di Kecamatan Putussibau Utara banjir juga telah merendam daerah Mendalam, kawasan dalam kota seperti Dogom, Kampung Prajurit, dan Pantai Sibau. Banjir juga merendam daerah sepanjang Sungai Kapuas, seperti Kecamatan Bika, Embaloh Hilir, dan Bunut Hilir.
"Sejumlah desa sudah terendam banjir, debit air masih naik dan sampai saat ini kami masih menunggu data dari camat dan kepala desa," kata Gunawan.
Menyikapi sejumlah daerah yang dilanda banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan belum bisa menetapkan status bencana, karena terkendala data dari kecamatan dan desa.
"Sebenarnya kami mau menetapkan status tanggap darurat, agar bisa mengeluarkan bantuan beras cadangan pemerintah, tetapi masih terkendala data dari kecamatan dan desa," katanya.
Dirinya pun mengimbau para kepala kecamatan dan kepala desa secepatnya mengumpulkan data terdampak banjir dan bencana alam lainnya. Pasalnya data tersebut sangat dibutuhkan dia, dalam mengambil langkah penanganan bencana.
"Kami juga minta warga agar mengutamakan keselamatan saat banjir," pungkas Gunawan.
Sebelumnya diberitakan bahwa hujan yang terus mengguyur Kota Putussibau membuat beberapa lokasi di kawasan Kota Putussibau mulai kerendam banjir.
Tak hanya itu, akibat hujan semalaman tersebut membuat sejumlah pemukiman warga dan ruas jalan terendam banjir.
"Hujannya mulai kemarin, sampai pagi tadi, hari ini masih hujan," kata Fauzan warga Putussibau, Selasa (5/12).
Fauzan mengatakan, saat ini hujan memang tidak lagi deras. Hanya saja dirinya tetap khawatir jika terjadi lagi hujan semalaman, sehingga tak terelakkan air akan masuk ke dalam rumah warga.
"Karena kami yang tinggal di Kedamin, Putussibau ini, berada di dataran rendah sehingga ketika air sungai pasang dan ditambah hujan maka tempat kami ini mudah terendam banjir," ujarnya.
Meskipun air belum masuk ke dalam rumah, beberapa warga juga sudah mulai melakukan evakuasi kendaraan mereka ke tempat yang lebih tinggi.
"Warga yang memindahkan kendaraan tersebut tidak berani ambil resiko, mereka takut tiba-tiba banjir makin tinggi," ujarnya.
Ditambahkan Yanto, warga Putussibau, dirinya mengatakan hujan terjadi sudah semalaman, hingga hari ini hujan belum reda meskipun tidak terlalu deras. "Tapi rumah warga mulai terancam banjir dan beberapa akses jalan mulai terendam banjir," ucapnya.
Yanto mengatakan, sementara belum ada rumah warga yang benar-benar terendam banjir. Namun, mereka cukup khawatir jika terjadi hujan lagi, sehingga dipastikan air akan masuk kedalam rumah.
"Banjir yang terjadi ini bukan karena air sungai pasang, tapi melainkan karena hujan yang begitu deras terjadi kemarin," ujarnya.
Dirinya tetap berharap banjir yang terjadi ini dapat segera surut. Selain itu dirinya berharap kepada Pemerintah Daerah agar dapat memperbaiki saluran air yang ada di perkotaan ini jangan sampai tersumbat.
"Kalau ditempat kami ini selain berada di dataran rendah, saluran air tempat kami ini juga kurang baik sering tersumbat sehingga banjir pun lama surutnya," pungkasnya. (fik)
Editor : A'an