Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Terendam Banjir, Pedagang Pasar Pagi Putussibau Jualan di Pinggir Jalan Utama

A'an • Selasa, 16 Januari 2024 | 14:39 WIB
PINGGIR JALAN: Pedagang di Pasar Pagi Putussibau tampak berjualan di pinggir Jalan Diponegoro karena kondisi pasar saat ini masih tergenang.
PINGGIR JALAN: Pedagang di Pasar Pagi Putussibau tampak berjualan di pinggir Jalan Diponegoro karena kondisi pasar saat ini masih tergenang.

PUTUSSIBAU – Hampir sebagian wilayah Kota Putussibau terendam banjir. Tak hanya menggenangi pemukiman warga, perkantoran dan sekolah, banjir juga merendam Pasar Pagi Putussibau, Senin (15/1).

Di Pasar Pagi genangan mencapai ketinggian hampir lutut orang dewasa. Akibatnya, para pedagang tidak dapat menggunakan lapak mereka untuk berjualan, sehingga harus bergeser lagi ke pinggir jalan utama.

Akibatnya ruas Jalan Diponegoro tersebut tampak padat, karena sebagian dari badan jalan dipenuhi penjual dan lalu lalang para pembeli sayuran.

Suatan salah satu pedagang mengatakan, para pedagang sayur dan ikan terpaksa berjualan di pinggir jalan raya atau depan pasar Jalan Diponegoro.

Untuk menghindari sayur-sayuran membusuk, maka harus dijual hari itu juga. Sedangkan pedagang pakaian dan barang kelontong lainya memilih bertahan di lapak mereka.

“Orang-orang tidak mau masuk karena banjir. Jadi jualannya terpaksa di luar. Soalnya kita harus mengejar pembeli,” katanya.

Pedagang lainnya, Susi, mengaku terpaksa memindahkan barang dagangannya ke pinggir jalan karena banjir mulai menggenangi lapaknya. Selain itu, akibat banjir, para pembeli, diakui, enggan masuk ke dalam pasar.

“Kalau tak dijual cepat, nanti daganganya kami busuk,” tuturnya.

Susi mengatakan, setiap adanya musim banjir seperti ini, ia bersama pedagang lainnya tetap akan berjualan di pinggir jalan hingga airnya surut.

Karena lokasi pasar yang tak jauh dari Sungai Kapuas, diakui dia, memang rawan banjir. Ratnawati belum bisa memastikan kapan pindah ke lapaknya.

“Kalau besok kondisinya seperti ini, kami tetap bertahan jualan di sini,” ujarnya.

Kendati berjualan di pinggir jalan raya, Susi berharap, pemerintah tidak melakukan penertiban terlebih dahulu. Mengingat saat ini banjir masih melanda, kondisi pasar pun, menurutnya, ramai pengunjung.

“Kami harap pemerintah dapat memaklumi kondisinya saat ini. Kami juga sadar dengan pindahnya kami ke pinggir jalan buat jalan macet dan semerawut,” ujarnya.

Sementara Azmi, kepala Seksi Operasional Pol PP Kapuas Hulu mengatakan, dirinya memaklumi terhadap pedagang berjualan di pinggir jalan mengingat saat ini banjir masih melanda.

"Kita harap dari pedagang setelah banjir usai, tetap kembali ke lapak mereka masing-masing. Dan selama berjualan di pinggir jalan ini tetap menjaga kebersihan dan keamanan, " ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa banjir terjadi di Kecamatan Hulu Gurung, Jumat (5/1). Banjir merendam ratusan rumah warga serta fasilitas umum termasuk Kantor Camat Hulu Gurung.

David,  warga Tepuai, menyampaikan bahwa banjir tersebut mulai masuk ke pemukiman warga sejak pukul 01.30 WIB, Jumat (5/1). Air masuk dengan cepat hingga merendam pemukiman warga.

"Banjir juga merendam kantor camat, mess serta rumah dinas pegawai kecamatan," katanya.

David mengatakan bahwa banjir turut merendam rumah ibadah, tempat usaha masyarakat. Banjir juga menggenangi jalan poros lintas selatan. "Air di jalan ada yang tingginya mencapai pinggang orang dewasa," ucapnya.

Dari pihak Kecamatan, kata David sudah turun ke lapangan, Camat Hulu Gurung, Baharudin langsung monitoring ke rumah warga.

"Kemudian mereka juga membersihkan sampah yang ada di jalan poros," ujarnya.

Sementara Gunawan, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, bahwa pihaknya telah mengetahui kejadian banjir di Kecamatan Hulu Gurung. "Petugas kami sedang melakukan pendataan terkait banjir ini," ucapnya.

Kata Gunawan, data sementara di Nanga Tepuai yang sudah masuk, di mana sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 900 jiwa terdampak banjir.

Untuk rumah yang terendam banjir, diungkapkan dia, sebanyak 350 unit, ada juga fasilitas umum berjumlah 6 buah terendam banjir.

"Fasilitas publik itu diantaranya SDN 01 Nanga Tepuai, SMPN 01 Hulu Gurung, PAUD Nanga Tepuai, Posyandu Nanga Tepuai, BKKBN, Kantor Camat Hulu Gurung," ucapnya.

Gunawan membenarkan,  jika kejadian banjir tersebut terjadi sejak pukul 02.00 WIB. Hal ini karena air sungai di Tepuai dan Sungai Embau sedang meluap.

"Saya imbau kepada masyarakat di Nanga Tepuai untuk menjaga anak-anak serta menghindari aktivitas di lokasi dekat dengan arus listrik," pungkasnya.  (fik)

 

Editor : A'an
#Kapuas Hulu #putussibau #banjir #Pasar Pagi