Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

TP-PKK Kabupaten Kapuas Hulu Edukasi MPASI ke Warga Perbatasan Guna Turunkan Angka Stunting

A'an • Senin, 5 Agustus 2024 | 11:06 WIB
SOSIALISASI MPASI: Ketua TP PKK Kapuas Hulu Angeline Fremalco saat sosialisasi MPASI di Badau.
SOSIALISASI MPASI: Ketua TP PKK Kapuas Hulu Angeline Fremalco saat sosialisasi MPASI di Badau.

 

PUTUSSIBAU - Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kapuas Hulu berupaya mendorong penurunan angka stunting di Bumi Uncak Kapuas.

Salah satu upaya nyatanya adalah dengan memberikan edukasi kepada para ibu, agar dapat mengolah makanan pendamping air susu ibu (MPASI) dengan baik guna memenuhi kebutuhan gizi si buah hati.

Seperti yang dilakukan Ketua TP-PKK Kapuas Hulu, Ny. Angeline Fremalco, F.Diaan, saat berkunjung ke Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu, 30 Juli 2024.

Angeline menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari 10 program pokok PKK Kabupaten Kapuas Hulu, yaitu program kerja dari Kelompok Kerja (Pokja) 4 yaitu kesehatan pada ibu hamil untuk mencegah stunting pada balita.

"Kemudian melakukan edukasi tentang gizi dan pemberian MPASI pada bayi dan balita," katanya.

Angeline juga mengatakan edukasi tentang kelestarian lingkungan juga disampaikan TP PKK kepada para peserta kegiatan, agar mereka menjaga lingkungan hidupnya bersih dan sehat.

"Selain itu diedukasi juga tentang perencanaan sehat terutama pada ibu hamil, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur minimal enam kali selama masa kehamilan," ujarnya.

Angeline menuturkan angka balita stunting di Kapuas Hulu masih cukup tinggi yaitu sebesar 16,7 persen di tahun 2023, dari target nasional sebesar 14 persen.

Hal inilah yang menggugah TP PKK Kapuas Hulu untuk mengajak masyarakat melakukan intervensi mulai dari seribu hari pertama kehidupan, sejak bayi dalam kandungan sampai berusia dua tahun.

Untuk mencegah stunting, kata dia, dapat menerapkan langkah ABCDE yakni; Aktif minum tablet tambah darah; Bumil teratur periksa kehamilan minimal enam kali; Cukupi konsumsi protein hewani; Datang ke posyandu setiap bulan; Eksklusif ASI enam bulan.

Upaya intervensi stunting yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kesehatan gizi pada ibu hamil dan bayi yang telah dilahirkan melalui tiga pesan kunci dalam mencegah stunting adalah sanitasi lingkungan yang bersih dan sehat, pola asuh dalam rumah tangga, pola makan atau konsumsi gizi.

Sambung Angeline, edukasi tentang pola makan atau konsumsi gizi seimbang melalui pemberian makan tambahan (PMT) pada bayi usia 6-24 bulan. Melalui kader PKK digencarkan edukasi kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan lokal dalam mencukupi kebutuhan gizi keluarga.

"Saya mengimbau kepada ibu-ibu agar menjadikan posyandu sebagai tempat untuk meningkatkan pengetahuan, kemauan, dan kemampuan untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam mewujudkan Kapuas Hulu HEBAT yang bebas stunting," pungkasnya. (fik)

Editor : A'an
#stunting #kabupaten kapuas hulu #mpasi #edukasi #TP-PKK