Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ratusan Warga Kapuas Hulu Derita DBD

A'an • Jumat, 25 Oktober 2024 | 13:48 WIB

 

NYAMUK : Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung saat memperluas uji coba pelepasan nyamuk ber-Wolbachia di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/10).
NYAMUK : Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung saat memperluas uji coba pelepasan nyamuk ber-Wolbachia di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/10).

PUTUSSIBAU - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Besar, Kabupaten Kapuas Hulu, penderita Demam Dengue Berdarah (DBD) tahun 2024 di Kabupaten Kapuas Hulu sampai dengan tanggal 15 Oktober 2024  sebanyak 164 orang.

Dimana 164 orang ini tersebar di kecamatan yang ada Kabupaten Kapuas Hulu yaitu Silat Hilir 30 orang, Badau 20 orang, Seberuang 19 orang, Pengkadan 10 orang, Bunut Hulu 10 orang, Hulu Gurung 9 orang Boyan Tanjung 9 orang.

Kemuidan di Bunut Hilir 9 orang, Batang Lupar 8 orang, Putussibau Selatan 7 orang, Embaloh Hilir  6 orang, Suhaid 5 orang, Silat Hulu 5 orang, Mentebah 4 orang, Kalis 3 orang, Putussibau Utara 3 orang, Semitau 2 orang, Embaloh Hulu  2 orang, Empanang 2 orang, dan Bika 1 orang.

Sedangkan angka kematian akibat DBD ada sebanyak 2 orang yaitu di Kecamatan Embaloh Hilir satu orang usia 20 tahun meninggal tanggal 1 Februari 2024 dan Kecamatan Silat Hilir, satu orang usia 10 tahun meninggal tanggal 14 Februari 2024.

Sudarso Kepala Dinas Kesehatan, PP, KB Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan bahwa upaya untuk penanganan kasus DBD ini, pihaknya telah melakukan komunikasi, informasi dan edukasi ke masyarakat tentang pemahaman pengenalan gejala DBD

"Kami berikan penyuluhan di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan lainnya dengan sasaran pasien dan keluarganya. Terus, penyuluhan di Sekolah, dilakukan oleh petugas puskesmas dan tenaga kesehatan lainnya," katanya baru-baru ini.

Selain itu kata Sudarso, pihaknya telah melakukan penyuluhan di Pemukiman melalui kunjungan rumah, dan pemantauan rumah oleh kader kesehatan kader jumantik, dan tenaga kesehatan.

"Penyuluhan melalui Media Massa agar masyarakat luas mengetahui informasi tentang cara penularan dan pencegahan DBD serta bagaimana cara pertolongan pertama pada penyakit DBD," ucapnya.

Kemudian penyuluhan di tempat-tempat umum, dilakukan di sarana umum seperti terminal, pasar dan lainnya. Kemudian, peningkatan upaya pergerakan masyarakat seperti pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperluas uji coba pelepasan nyamuk ber-Wolbachia ke Kecamatan Kiaracondong untuk mengendalikan kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu.

Kota Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang dipilih untuk melaksanakan proyek percontohan teknologi Wolbachia.

Metode tersebut telah diuji oleh Kemenkes dengan membentuk tim analisis risiko dan hasilnya dinyatakan aman dan berhasil. Dari hasil analisis risiko yang dilakukan, program ini terbukti aman sampai 30 tahun mendatang. (fik/ANT)

Editor : A'an
#Kapuas Hulu #bdb #dinkes