PUTUSSIBAU - Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Hendrawan mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian tiga warga yang tertimbun longsor di areal perkebunan sawit, Kamis (14/11).
Diketahui bahwa tiga warga yang tertimbun longsor tersebut pada Rabu (13/11) sekira pukul 19.00 WIB itu. "Seorang selamat dari kejadian itu, sementara dua rekannya meninggal dunia," kata Kapolres Kapuas Hulu, Jumat (15/11).
Kapolres menjelaskan kronologis kejadian tersebut, sekira pukul 17.00 wib (Rabu, 13/11), ketiga korban berangkat menuju lokasi blok G 38 wilayah areal perkebunan sawit PT KPC dengan tujuan untuk mengambil Pasir untuk didulang mencari emas. Kemudian ketiga korban menunggu waktu agak sedikit malam sampai situasi sepi. "Sekira Pukul 18.30 Wib ketiga korban mulai bekerja mengambil Pasir untuk di dulang mencari emas di wilayah tersebut," ujarnya.
Kemudian, kata Hendrawan, sekitar setengah jam bekerja tiba - tiba ada tanah longsor, bebatuan bercampur pasir menimpa ketiga korban tersebut, dua korban sudah tidak bisa lagi bergerak namun satu orang korban lainnya.
"Ada satu korban masih dapat berteriak minta tolong, walau kondisi sebagian tubuh sudah tertimpa longsoran batuan campur pasir," ujarnya.
Lalu seorang warga yang lewat di wilayah tersebut dan satu korban yang berteriak tersebut. Mereka tidak dapat membantu dua korban lainnya karena tidak ada fasilitas.
"Warga yang membantu tersebut menghubungi masyarakat, dan tidak berapa lama warga desa datang untuk membantu dua orang korban yang masih tertimbun longsoran," kata Hendrawan.
Setelah korban berhasil dikeluarkan kemudian korban dibawa ke rumah sakit Pratama Semitau, dan hasil pemeriksaan pihak medis kondisi dua orang korban sudah meninggal dunia, sedangkan satu orang yang selamat masih di rawat di RS. Pratama Semitau.
"Untuk korban yang meninggal dunia setelah dari RS Pratama Semitau langsung dibawa untuk di kebumikan," tutur Hendrawan.
Dari TKP, kata Kapolres Kapuas Hulu, pihaknya mengamankan barang bukti."Kami sudah berkoordinasi dengan perusahaan agar terus mengimbau warga dan pekerjanya untuk tidak melakukan hal serupa, pasalnya korban yang meninggal ini juga karyawan buruh di perusahaan tersebut," pungkas AKBP Hendrawan.
Sebelumnya Moses Sion Kepala Desa Mantan Kecamatan Suhaid membenarkan, bahwa ada dua warganya yang meninggal akibat tertimbun tanah saat mendulang emas secara manual di areal perkebunan sawit milik PT. KPC.
“Jadi awalnya mereka bertiga masuk ke areal perkebunan sawit itu untuk mendulang emas secara manual,” katanya.
Moses mengatakan, saat mereka melakukan pendulangan emas tersebut tiba-tiba mereka bertiga tertimbun tanah, namun dari 3 orang tersebut, dua orang dinyatakan tewas di lokasi sementara satu orang masih bisa diselamatkan dan langsung dibawa kerumah sakit di Semitau.
“Jadi yang tertimbun tanah itu mereka bertiga, tapi satu orang yang dapat diselamatkan warga sekitar,” ucapnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair