PONTIANAK POST - Pasar Dogom Permai yang ada di Kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara, yang dibangun menggunakan uang negara dan APBD Kapuas Hulu miliaran rupiah ini nasibnya kini memperihatinkan.
Dibangun dari tahun 2019, bangunan pasar Dogom Permai sempat difungsikan oleh para pedagang. Namun hanya beberapa bulan saja pasar Dogom Permai ini difungsikan oleh pedagang dan akhirnya mereka memilih berjualan di luar karena di dalam bangunan dirasakan panas.
Saat ini, kondisi Pasar Dogom Permai sangat memprihatinkan dan sudah tidak terawat, bahkan atapnya pun sudah mulai bocor.
Mariani, salah satu pedagang di Pasar Dogom Permai menyampaikan bahwa pasar ini sangat menyedihkan kondisinya karena sudah tak terawat. "Atapnya saja saat ini sudah bocor sehingga ketika hujan, di dalam pasar air mulai tergenang," katanya, Jumat (28/2).
Mariani mengatakan, dulu pada tahun 2021 banyak pedagang berjualan di dalam Pasar Dogom Permai ini, namun tidak lama hanya beberapa bulan saja. Pedagang memilih keluar dari tempat ini karena kondisi pasar sangat panas. "Waktu itu banyak pedagang berjualan memakai payung di dalam pasar ini," tuturnya.
Menurutnya, pembangunan pasar ini hanya buang-buang uang saja, karena pasar ini dibangun namun tidak ditempati. "Saya sebagai pedagang berharap agar pasar Dogom Permai ini direnovasi ulang, terutama dinding dan meja atau lapak ini dibongkar saja biar lebih lapang," tuturnya.
Dirinya yakin jika dinding pasar ini dibongkar, maka akan banyak lagi pedagang yang mau berjualan di dalam karena tidak lagi kepanasan. "Kalau seandainya pedagangnya mau jualan di dalam, pasti pasar ini akan lebih terawat," ucapnya.
Senada itu, pedagang lainnya, Erna, mengatakan bahwa dinding pasar membuat udara di dalam pasar menjadi panas. "Sehingga pedagang tak mau berjualan di dalam karena kondisinya panas," tuturnya.
Baca Juga: BPS Ketapang Gelar Pelatihan Ground Checking: Tingkatkan Validitas Data untuk Kesejahteraan Sosial
Dirinya pun meminta Pemerintah Daerah melakukan renovasi ulang terhadap pasar ini terutama dilakukan pembongkaran terhadap dinding dan lapaknya. "Biarkan saja pedagang berjualan di bawah tanpa lapak, mungkin lebih representatif ketimbang pasar ini tidak digunakan," pungkasnya. (fik)
Editor : A'an