PONTIANAK POST - Ada beberapa pekerjaan rumah yang menjadi tantangan bagi tiga calon Direktur PDAM Kapuas Hulu yang sudah menjalani wawancara dengan Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, kemarin. Tantangan tersebut adalah bagaimana direktur baru bisa menyelesaikan tunggakan pelanggan yang mencapai Rp2 miliar dan masalah kebocoran air akibat pencurian yang dilakukan masyarakat hingga hari ini masih tergolong besar.
Maka dari itu Bupati melakukan interview pada tiga Calon Direktur Perumda Tirta Uncak Kapuas di Sekretariat Daerah Kapuas Hulu, Jumat (13/6/) lalu. Para calon direktur tersebut adalah Buhari Muslim, Ahmad Yani dan Tri Jaya Kusuma.
Bupati mengatakan, interview adalah tahapan akhir dari seleksi penerimaan Calon Direktur Perumda Tirta Uncak Kapuas. "Sudah dilakukan interview pada tiga orang calon. Mereka ini adalah tiga besar yang masuk dari penilaian sebelumnya," kata Bupati.
Interview ini, kata Bupati Sis, bertujuan untuk mengetahui strategi kerja para calon direktur. "Kita ingin tahu ketika terpilih apa inovasinya, bagaimana mengatasi persoalan yang terjadi, seperti tentang kebocoran dan tunggakan yang berpengaruh pada pendapatan asli daerah," tuturnya.
Berdasarkan hasil wawancara ini, kata Bupati, akan dikoordinasikan kembali dengan tim seleksi. Hasil seleksi sebelumnya dan hasil interview dipadukan untuk menentukan siapa yang terpilih sebagai Direksi Perumda Tirta Uncak Kapuas.
Direksi yang kosong untuk Perumda Tirta Uncak Kapuas hanya satu, jadi hanya satu orang saja yang akan dipilih. "Dalam waktu dekat ini akan kita putuskan siapa yang terpilih menjadi Direktur Perumda Tirta Uncak Kapuas," ucapnya.
Sambung Bupati, Perumda TIrta Uncak Kapuas merupakan badan yang berdiri sendiri, dan sepenuhnya dipercayakan untuk mengatasi tantangan yang ada. Namun, perusahaan ini tetap perlu berkoordinasi dengan Pemda Kapuas Hulu.
"Mereka bisa saja mengedepankan langkah persuasif untuk tunggakan, namun terakait kebocoran selain langkah persuasif perlu juga langkah yang memberikan efek jera," pungkas Bupati. (fik)
Editor : Hanif