PONTIANAK POST - Upaya mendukung program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika pada tahanan dan warga Binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan), jajaran Polsek Putussibau Selatan mendampingi tes urine bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Putussibau pada Selasa (5/7).
Kegiatan menyasar pada 20 orang, yang terdiri dari 10 orang pegawai Rutan dan 10 orang tahanan. Seluruh hasil tes menunjukkan negatif mengandung narkoba, menandakan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan bebas narkotika.
Pelaksanaan pengambilan sampel urine dilakukan tim medis dari Puskesmas Putussibau Selatan, yang dipimpin langsung dr. Irma Mulyana, Kepala Puskesmas, bersama tenaga medis lainnya yakni Radit Sutoyo, A.Md. Kep, Verra Novianty dan Yuliana.
Tes urine tersebut merupakan upaya deteksi dini guna memastikan lingkungan Rutan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Selain itu, pelaksanaan tes urin ini juga sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan kondisi Rutan yang bersih dari peredaran dan penggunaan narkoba.
Untuk memastikan kelancaran kegiatan, dua personel dari Polsek Putussibau Selatan, Aipda Slamet Haryadi dan Bripda Aprianto Mas Barayun turut hadir dalam memberikan pengamanan dan pendampingan langsung selama kegiatan berlangsung.
Kapolsek Putussibau Selatan melalui personel Aipda Slamet menyampaikan pentingnya sinergi antara aparat kepolisian, pihak Rutan dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pemberantasan narkotika.
“Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk mencegah peredaran gelap Narkoba khususnya di lingkungan lembaga pemasyarakatan,” katanya.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan warga binaan maupun pegawai dapat semakin meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba, serta bersama-sama mewujudkan lingkungan yang sehat, aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas II B Putussibau Dani Ilham menyampaikan, pelaksanaan tes urine warga binaan dan petugas Rutan tersebut berdasarkan instruksi dari Dirjen Pemasyarakatan dan perintah dari Kanwil Direktorat Jenderal pemasyarakatan Kalimantan Barat.
“Upaya ini dalam rangka mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba,” ujar Karutan Putussibau.
Selain itu, sebagai bentuk deteksi dini dan komitmen integritas seluruh jajaran Rutan Kelas II Putussibau untuk mencegah masuknya barang haram tersebut di lingkungan Rutan.
“Maka dengan ini Rutan kelas IIB Putussibau mendukung apa yang sudah di perintahkan didampingi dengan Polri dan petugas kesehatan yaitu melakukan tes urine kepada petugas dan WBP, untuk memastikan bahwa petugas dan WBP rutan kelas IIB bebas dari penyalah gunakan narkoba,” jelasnya.
Namun dari hasil tes urine tersebut kata Kepala. Rutan semua dinyatakan negatif, baik dari petugas maupun warga binaan.
“Alhamdulillah hasil tes urine petugas dan WBP mendapatkan hasil yang bagus, yaitu dengan hasil yang negatif dan kami akan melakukan perintah tersebut secara continue,” katanya.
Karutan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian dan tenaga kesehatan Puskesmas Putussibau Selatan yang telah turut serta dalam pelaksanaan tes urine sehingga berjalan dengan lancar. (fik)
Editor : Hanif