Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Warga Minta Jembatan Penghubung Nanga Ngeri–Landau Badai Segera Diperbaiki

Taufik As • Rabu, 27 Agustus 2025 | 11:52 WIB
Kondisi jembatan penghubung antara desa Nanga Ngeri dengan desa Landau Badai Kecamatan Silat Hulu yang memprihatinkan.
Kondisi jembatan penghubung antara desa Nanga Ngeri dengan desa Landau Badai Kecamatan Silat Hulu yang memprihatinkan.

PONTIANAK POST - Jembatan penghubung antara Nanga Ngeri dan Landau Badai di Kecamatan Silat Hulu kembali memakan korban, Kamis (24/7). Pasangan suami istri asal Dusun Perjuk, Jaga (48) dan Legan (40), terjatuh saat melintas. Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan warga sekitar. Namun insiden ini menambah catatan panjang kecelakaan di jembatan tersebut. Hingga kini, tercatat sudah tiga kali pengendara jatuh ke sungai karena kondisi jembatan yang membahayakan.

Jembatan yang menjadi jalur utama masyarakat ini dinilai tidak layak pakai. Struktur jembatan hanya berupa susunan kayu bulat di bagian pinggir, sementara bagian tengah dibiarkan terbuka hingga aliran sungai terlihat jelas dari atas.

Tanpa pengaman di sisi kanan-kiri, jembatan sangat berisiko, terutama bagi pengendara motor. Saat hujan, permukaan kayu licin sehingga memperbesar kemungkinan kecelakaan.

“Kami minta pemerintah jangan tunggu ada korban jiwa. Jembatan ini harus segera diperbaiki secara permanen,” kata Ahmad warga Desa Nanga Ngeri Kecamatan Silat Hulu, Selasa (26/8).

Ahmad mengatakan, selama ini warga hanya bisa melakukan perbaikan darurat di Dusun Mengirirau, Desa Nanga Ngeri, agar akses desa tidak terputus.

"Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebenarnya sudah melakukan survei dan verifikasi usulan kegiatan tahun anggaran 2024, termasuk rencana pembangunan jembatan di Kecamatan Silat Hulu. Namun warga menilai langkah tersebut belum menjawab kebutuhan mendesak," ujarnya.

Dirinya berharap agar pembangunan jembatan segera masuk prioritas anggaran daerah maupun pusat. Dengan perhatian serius, warga yakin risiko kecelakaan bisa ditekan dan akses transportasi menjadi lebih aman.

“Harapan kami, pemerintah provinsi dan pusat juga ikut mendukung. Jangan sampai ada korban jiwa baru diperbaiki,” ucapnya.

Sementara Jumadi warga Desa Landau Badai Kecamatan Silat Hulu menyampaikan, jembatan tersebut merupakan jembatan darurat yang dibuat oleh masyarakat itu sendiri, karena belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Kami berharap kepada anggota DPRD Kapuas Hulu dapil Kapuas Hulu 4, dan Bupati agar memperhatikan jembatan daerah Kecamatan Silat Hulu tersebut," ujarnya.

Jumadi menjelaskas, kondisi jembatan rusak sekitar 5 tahun, kalau jalan kondisi rusak sudah lebih 20 tahun belum di aspal.

"Persoalan ini pernah diusulkan atau dilaporkan ke pemerintah daerah, namun hingga sekarang belum ada respon," ucapnya.

Jumadi mengatakan, selama ini masyarakat Desa Landau Badai dan Desa Nanga Ngeri, di daerah Kecamatan Silat Hulu, merasa sakit sulit ketika melewati ruas jalan dan termasuk jembatan.

"Sakit sekali kami di daerah Silat Hulu, selama ini tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, sementara memiliki 3 orang anggota DPRD Kapuas Hulu, namun belum ada pergerakan untuk membangun dapilnya tersebut," pungkasnya. (fik)

Editor : Hanif
#sungai #rawan kecelakaan #insiden #jatuh #Perbaikan #jembatan penghubung