Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketua PWI Kapuas Hulu Desak Penertiban Wartawan Abal-Abal

Taufik As • Senin, 6 Oktober 2025 | 14:20 WIB
HADIR: Ketua PWI Kapuas Hulu, Taufiq turut hadir bersama rombongan PWI Kalbar dalam pengukuhan pengurus PWI Pusat di Monumen Pers Nasional, Solo, Sabtu (4/10).
HADIR: Ketua PWI Kapuas Hulu, Taufiq turut hadir bersama rombongan PWI Kalbar dalam pengukuhan pengurus PWI Pusat di Monumen Pers Nasional, Solo, Sabtu (4/10).

 

PONTIANAK POST – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kapuas Hulu, Taufiq, mendorong kepengurusan baru PWI Pusat periode 2025–2030 agar menjadi teladan dalam memperkuat solidaritas dan profesionalisme wartawan di seluruh Indonesia. “Kalau kita solid, tidak ada yang bisa menggoyang PWI,” tegas Taufiq saat menghadiri pengukuhan pengurus PWI Pusat di Monumen Pers Nasional, Solo, Sabtu (4/10).

Ia juga menyoroti maraknya keberadaan wartawan abal-abal yang kerap mencoreng nama baik profesi jurnalis. Menurutnya, PWI Pusat bersama Dewan Pers harus mengambil langkah tegas untuk menertibkan mereka.

“Terhadap wartawan abal-abal ini, kami berharap PWI Pusat dan Dewan Pers dapat bertindak tegas karena keberadaan mereka meresahkan masyarakat,” ujarnya. Taufiq menilai, kepemimpinan baru PWI Pusat di bawah Ketua Umum Akhmad Munir membawa harapan baru bagi insan pers nasional untuk kembali bersatu dan menjaga marwah organisasi.

Pengukuhan pengurus PWI Pusat periode 2025–2030 dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Wamenkomdigi Nezar Patria, serta pengurus PWI dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Meutya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengintervensi organisasi pers dan berkomitmen menjaga independensi media.

Sementara itu, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam tubuh organisasi. “Persatuan adalah kata kunci bagi kita semua,” tegasnya. Munir juga menyinggung masa-masa sulit PWI yang sempat mengalami dualisme kepemimpinan. “Hampir dua tahun kita stagnan, banyak daerah lumpuh. Tapi hari ini kita kembali bersatu. Persatuan adalah kata kunci bagi kita semua,” tegasnya. (fik)

 

Editor : Hanif
#putusibau #Kapuas Hulu #pwi #PWI Pusat #Akhmad Munir #dewan pers