PONTIANAK POST – Kabupaten Kapuas Hulu kembali mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Daerah berjuluk “Bumi Uncak Kapuas” ini meraih penghargaan Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan dalam ajang Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2025 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (10/10).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto kepada Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dihadiri para kepala daerah serta pejabat keuangan dari seluruh Indonesia.
Kapuas Hulu dinilai unggul karena berhasil mengimplementasikan berbagai program percepatan akses keuangan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah pedalaman.
Dalam laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), daerah ini diapresiasi atas program kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Beberapa inovasi unggulannya antara lain “Pemberdayaan UMKM: Dari Warung Tradisional Menjadi Merchant Digital (QRIS)” dan “Simpanan Pelajar Anak Pedalaman”, yang berhasil membuka akses keuangan inklusif hingga ke pelosok.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, penghargaan ini diberikan kepada daerah yang benar-benar berkomitmen membangun sistem keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Akses keuangan yang inklusif adalah pondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Kapuas Hulu menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan Barat yang berhasil meraih predikat terbaik, sekaligus mendapat perhatian khusus berkat inovasi digitalnya dalam layanan keuangan masyarakat. Usai menerima penghargaan, Bupati Fransiskus Diaan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Ini hasil kerja keras seluruh jajaran Pemda Kapuas Hulu bersama masyarakat yang terus berinovasi memperluas akses keuangan, terutama bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat kecil,” katanya.
Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. “Keberhasilan ini bukan hanya soal capaian angka, tapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kebijakan keuangan daerah,” tegasnya.
Fransiskus menegaskan, Pemkab Kapuas Hulu akan terus melahirkan program ekonomi kreatif dan literasi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen kami untuk mensejahterakan masyarakat melalui kebijakan keuangan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif