Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

PETI di Bukit Hitam Diduga Kembali Beroperasi Gunakan Alat Berat

Taufik As • Senin, 20 Oktober 2025 | 13:31 WIB
ALAT BERAT: Penampakan eskavator milik warga Pontianak, Hambali di Desa Batu Tiga Bunut Hulu. Alat berat ini dituding akan melakukan kegiatan tambang di lokasi Bukit Hitam.
ALAT BERAT: Penampakan eskavator milik warga Pontianak, Hambali di Desa Batu Tiga Bunut Hulu. Alat berat ini dituding akan melakukan kegiatan tambang di lokasi Bukit Hitam.

PONTIANAK POST – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bukit Hitam, Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, diduga kembali beroperasi setelah lama berhenti.

Lebih mengkhawatirkan, kegiatan tersebut kini disebut tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan menggunakan alat berat jenis eskavator.

Ketua DAD Kecamatan Bunut Hulu, Stephanus Yotam, mengungkapkan alat berat itu diduga milik seorang warga Pontianak bernama Hambali, dan saat ini berada di Desa Batu Tiga. “Alat berat itu milik Hambali, orang Pontianak.

Sekarang posisinya di Desa Batu Tiga dan rencananya akan naik ke lokasi Bukit Hitam,” kata Yotam, Sabtu (18/10).

Menurutnya, aktivitas PETI di Bukit Hitam telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, sementara penggunaan alat berat baru terlihat dalam beberapa minggu terakhir.

“Kalau yang manual itu murni inisiatif masyarakat, tanpa pemodal. Tapi kalau sudah pakai ekskavator, pasti ada pemodalnya,” tegasnya.

Yotam menambahkan, pemerintah desa dan pihak Polsek Bunut Hulu seharusnya mengetahui adanya kegiatan PETI manual di wilayah tersebut. Namun untuk aktivitas yang menggunakan alat berat, ia menduga aparat belum mengetahui secara pasti.

Lebih lanjut, Yotam menjelaskan bahwa alat berat tersebut awalnya disebut akan digunakan untuk kegiatan tambang PT Borneo Mandiri Mineral (BMM) di Desa Nanga Dua. Namun, belakangan diketahui alat itu justru diarahkan ke Bukit Hitam.

“Pemilik alat berat ini menjadikan izin kerja di PT BMM sebagai alasan. Tapi kenyataannya, alat itu digunakan di Bukit Hitam,” ujarnya.

Ia berharap pemilik alat segera menarik eskavatornya dari lokasi agar tidak memicu konflik dengan masyarakat yang menambang secara manual.

“Kami minta alat berat itu diturunkan dari lokasi. Kalau tidak, bisa menimbulkan kecemburuan. Polisi juga kami harap bertindak tegas, walau sepertinya pemilik alat ini orang kuat,” ucapnya.

Sementara itu, Hambali, pemilik alat berat yang dimaksud, membenarkan bahwa eskavator miliknya memang berada di Desa Batu Tiga. Namun ia membantah jika alat tersebut digunakan untuk kegiatan tambang ilegal.

“Betul alat saya ada di Desa Batu Tiga, tapi bukan untuk tambang di Bukit Hitam. Saya hanya mampir membawa logistik makanan. Tidak benar alat saya untuk PETI,” tegas Hambali.

Ia menilai kehadiran alat beratnya disalahartikan oleh masyarakat, sehingga menimbulkan kecurigaan. Hambali pun berjanji akan segera memindahkan alatnya kembali ke Desa Nanga Dua.

“Saya akan turunkan alat itu secepatnya, tapi masih mencari operator karena yang lama sudah bekerja di tempat lain. Begitu dapat, langsung saya bawa turun,” jelasnya.

Hambali juga menilai ada pihak yang tidak menyukainya dan sengaja memunculkan isu negatif. “Mungkin ada yang tidak senang dengan saya. Tapi biarlah, yang penting alat itu akan segera saya turunkan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Camat Bunut Hulu, Hambali (nama sama, berbeda orang), mengaku belum menerima laporan resmi terkait aktivitas PETI di Bukit Hitam. Sementara Kapolsek Bunut Hulu, Ipda Hermansyah, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Rencana besok pagi kami akan cek langsung ke Desa Batu Tiga,” pungkasnya. (fik)

 

Editor : Hanif
#penegakan hukum #putusibau #Kapuas Hulu #Hukum #peti #kalimantan barat #DAD #Bunut Hulu #Lingkungan #tambang emas ilegal