PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terus mempercepat pembangunan Jembatan Sungai Peniung di Desa Ribang Kadeng, Kecamatan Kalis. Proyek strategis yang dinantikan masyarakat pedalaman ini telah mencapai progres sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengatakan pembangunan jembatan tersebut dilakukan secara bertahap sejak tahun 2024. “Tahun lalu kita anggarkan Rp1,8 miliar, kemudian tahun 2025 sekitar Rp8 miliar. Jadi totalnya kurang lebih Rp10 miliar,” jelasnya baru-baru ini.
Meski begitu, Sis (sapaan akrabnya), mengakui pengerjaan bagian oprit jembatan masih belum rampung karena keterbatasan anggaran. “Semoga ke depan bisa kita tingkatkan secara bertahap, baik untuk penyempurnaan jembatan maupun jalan menuju Desa Ribang Kadeng,” ujarnya.
Sis berharap, Jembatan Sungai Peniung dapat digunakan masyarakat saat perayaan Natal 2025 sebagai simbol persaudaraan dan konektivitas antarwilayah. “Ada banyak desa yang akan terhubung melalui jembatan ini, seperti Desa Ribang Kadeng, Sebintang, Peniung, Lebangan, hingga Segiam. Akses ini juga bisa tembus ke Desa Nanga Sarai, Nanga Raun, hingga Rantau Bumbun,” paparnya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas barang dan orang serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman Kalis. “Semoga dengan jembatan ini aktivitas masyarakat semakin mudah dan roda ekonomi desa-desa sekitar makin berkembang,” tutur Bupati.
Sementara itu, Kepala Desa Ribang Kadeng, Victorina, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital yang sudah lama diidamkan masyarakat. “Jembatan ini sangat membantu kami. Dulu warga yang sakit atau hendak melahirkan harus digotong menyeberang sungai karena belum ada jembatan layak,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan jembatan segera selesai agar masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang lebih aman dan cepat. “Ini akan memudahkan warga berusaha, mengakses pendidikan, kesehatan, serta memenuhi kebutuhan pokok di desa,” pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif