Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Terungkap Kronologi Raibnya Uang Rp500 Juta Milik Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Akibat Penipuan Online

Taufik As • Senin, 3 November 2025 | 13:42 WIB
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu.
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu.

PONTIANAK POST - Kasus raibnya ratusan juta uang milik Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu yang diduga akibat penipuan secara online oleh pelaku yang mengatasnamakan Rizal petugas Bank Kalbar saat ini sudah ditangani Polres Kapuas Hulu.

AKP Sihar Binardi Siagian Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu menyampaikan, pihaknya sudah menerima laporan dari salah satu pegawai Dinas Kesehatan Kapuas Hulu terkait dugaaan tindak pidana penipuan melalui media online pada 16 Oktober 2025.

"Kita sudah membuat laporan pengaduan masyarakat dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor," katanya, Senin (3/11).

Kasat Reskrim mengatakan, pihaknya juga sudah menerima barang bukti yang dilaporkan mulai dari dua lembar Srenshoot percakapan dengan Rizal. Kemudian satu lembar bukti screenshot OTP, tiga lembar screenshot tampilan CMS palsu, selembar screenshot history penelusuran akun CMS palsu dan selembar bukti transaksi keuangan.

"Untuk langkah selanjutnya kita akan mengundang pihak terkait dan melakukan klarifikasi pihak terkait," jelasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu diduga menjadi korban penipuan dalam bentuk serangan digital (phishing). Uang yang raib sebesar Rp500 juta dikuras pelaku yang mengatasnamakan petugas Bank Kalbar.

Uang negara yang raib dikuras itu, melewati aplikasi sistem manajemen kas (CMS) milik Bank Kalbar, yang dikelola oleh Dinkes PP KB Kapuas Hulu. Dimana CMS adalah layanan perbankan digital berbasis internet, yang memungkinkan nasabah termasuk instansi pemerintah, untuk mengelola keuangan mereka secara mandiri, dan melakukan berbagai transaksi secara "real-time online".

Kejadian bermula pada 15 Oktober 2025 ketika Bendahara Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Neneng Supiatik, menerima telpon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Bank Kalbar melalui temannya sesama pegawai dinas kesehatan.

Neneng Supiatik, membenarkan kejadian tersebut, dan sudah dilaporkan ke Polres, serta melaporkan ke Bank Kalbar, inspektorat dan BKAD.

Baca Juga: Petugas Gabungan Bongkar Peredaran Miras Ilegal di Pengkadan

Menurut Neneng, ada seorang pegawai Dinkes, ditelepon oleh seseorang mengatasnamakan pegawai bank Kalbar, mengaku bernama Rizal, dan meminta nomor "one-time password" (OTP) ke dirinya sebagai bendahara.

"Pada saat itu volume handphone di loud speaker, jadi satu ruangan mendengarkan semua, entah kenapa, saya menyetujui untuk mengirim nomor OTP  ke seseorang tersebut," ucapnya.

Tak lama kemudian, setelah dicek kas keuangan dalam aplikasi CMS hilang sebesar kurang lebih Rp 500 juta.

"Ternyata kami telah kena tipu, dan saat itu juga kami langsung mendatangi bank, dan kepolisian,"pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#Kapuas Hulu #uang #selidiki #Rp 500 juta #polisi #penipuan online #dinas kesehatan #phishing